Vaksinasi Marak di Berbagai Negara, PANR Yakin Industri Wisata Bergeliat Lagi

PT Panorama Sentrawisata Tbk

JAKARTA-PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) optimistis industri pariwisata domestik akan kembali bergeliat di tahun ini, lantaran banyak negara yang telah mengimplementasikan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, termasuk Indonesia.

Menurut Direktur Utama PANR, Budi Tirtawisata, data Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) mencatat bahwa di sepanjang 2020 merupakan tahun terburuk dalam sejarah pariwisata dunia, dengan penurunan perjalanan internasional sebanyak satu miliar atau sebanyak 74 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Dengan potensi bergerak naiknya perjalanan internasional di Kuartal III-2021, maka diharapkan menjadi titik awal pemulihan pariwisata secara global, dengan indikasi-indikasi komunikasi positif dan booking dari mitra travel agent di luar negeri,” kata Budi di Jakarta, Senin (1/2).

Dia mengatakan, proyeksi peningkatan perjalan internasional di kuartal ketiga tahun ini didasari oleh kondisi terbentuknya imunitas kolektif (herd immunity) di suatu negara atau pun destinasi, lantaran pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan di awal 2021.

Baca :  Hingga Desember 2021, Pemkot Tangsel Targetkan 900 Rabu Warga Tervaksinasi

Lebih lanjut Budi menyebutkan, tingginya respons masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi didasari oleh dua faktor, yakni pertimbangan bahwa vaksin sebagai pelindung kesehatan secara pribadi dan faktor terkait keinginan mendapatkan kebebasan dalam melakukan mobilitas tanpa harus melakukan test covid seperti, rapid antigen atau swap PCR.

“Dua faktor ini menjadi harapan bagi sektor pariwisata untuk kembali pulih, sejalan dengan proses vaksinasi yang terus berjalan di berbagai negara. Kami selalu memantau kondisi industri pariwisata, pasar dan situasi dunia secara umum. Kami melihat optimisme pasar yang positif serta kesiapan industri untuk kembali melakukan aktivitas usaha sudah dibekali dengan protokol yang baik,” papar Budi.

Dia menambahkan, setelah setahun terakhir kondisi global dibayangi situasi pandemi Covid-19, pelaksanaan vaksinasi di banyak negara sejak akhir 2020 menjadi harapan bagi terciptanya pemulihan industri pariwisata.

Baca :  132.000 Lebih Tenaga Kesehatan Telah Divaksinasi COVID-19

“Banyak negara memiliki preference dalam memilih vaksin yang tepat, termasuk Indonesia yang memilih vaksin SinoVac untuk vaksinasi secara massal dan gratis hingga 2022. Secara resmi Indonesia memulai vaksinasi pada 13 Januari 2021,” ucapnya.

Lebih lanjut Budi mengungkapkan, dengan dibukanya kembali wilayah perbatasan dan terjadinya lagi pergerakan manusia, maka industr ipariwisata akan secara perlahan kembali pulih.

“PANR mencatat beberapa indikasi positif untuk menuju pemulihan pariwisata,” kata Budi.

Indikasi awal, jelas dia, adanya permintaan paket wisata inbound yang kembali bertumbuh.

Kedua, adanya pertumbuhan jumlah wisatawan domestik yang berwisata di dalam negeri.

“Akibat tidak dapat masuknya wisman ke Indonesia dan banyak negara masih menutup perbatasan, wisata domestik menjadi pilihan untuk masyarakat Indonesia untuk berlibur”.

Baca :  Ini Kiat Pemerintah Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Indikasi ketiga, rencana pemerintah yang akan menyiapkan format kartu vaksin yang bisa berlaku secara nasional maupun global.

“Harapan dibukanya perbatasan negara-negara melalui vaksinasi yang sudah berjalan, tentunya hal ini harus dibarengi dengan validasi setiap orang yang telah divaksin. Sehingga, orang tersebut dapat melakukan perjalanan lintas wilayah atau negara secara lebih aman,” ujar Budi.