Kinerja Keuangan WSKT di 2020 Berbalik Merugi Hingga Rp7,38 Triliun

Obligasi III-2021 yang akan ditawarkan WSKT ini terbagi menjadi dua seri, yakni Seri A memiliki jumlah pokok senilai Rp722 miliar dengan tingkat bunga sebesar 6,1 persen per tahun yang memiliki tenor selama lima tahun
Ilustrasi

JAKARTA-PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) sepanjang 2020 mencatatkan rugi bersih mencapai Rp7,38 triliun, padahal setahun sebelumnya perseroan masih mampu mencatatkan laba bersih senilai Rp938,14 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan WSKT yang dipublikasi di Jakarta, Jumat (26/3), pendapatan Waskita Karya di 2020 tercatat amblas menjadi Rp16,19 triliun dari Rp31,39 triliun pada 2019.

Namun, WSKT bisa menekan beban pokok pendapatan pada tahun lalu menjadi Rp18,17 triliun dari Rp25,78 triliun di 2019.

Maka, pada tahun lalu WSKT mengalami rugi bruto mencapai Rp1,98 triliun, padahal setahun sebelumnya masih bisa membukukan laba bruto sebesar Rp5,6 triliun.

Adapun rugi sebelum pajak yang dicatatkan WSKT di 2020 sebesar Rp9,73 triliun, sedangkan di 2020 meraih laba sebelum pajak senilai Rp1,33 triliun.

Baca :  WSKT Minta Pemerintah Ikut Dukung Pendanaan Proyek Infrastruktur Perseroan

Pada tahun lalu, WSKT meraih manfaat pajak penghasilan Rp233,7 triliun, sedangkan di 2019 mencatatkan beban pajak penghasilan senilai Rp299,75 miliar.

Per 31 Desember 2020, total liabilitas WSKT tercatat Rp89,01 triliun atau lebih rendah dibanding posisi per 31 Desember 2019 yang sebesar Rp93,47 triliun.

Total liabilitas pada tahun lalu didominasi oleh kewajiban keuangan jangka pendek yang mencapai Rp48,24 triliun.