Melantai di BEI, Saham Sunlake Hotel Langsung Menguat Titik Autorejection

PT Sunter Lakeside Hotel

JAKARTA-Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (29/3), harga saham PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) langsung menguat 34,7 persen atau mentok di batas atas autorejection pada level Rp202 per saham.

Harga saham SNLK yang ditawarkan senilai Rp150 per lembar langsung mengalami autorejection atas (ARA) ke level Rp202, dengan volume transaksi sebanyak 700 lot. Sehingga, nilai transaksi di awal perdagangan hari ini tercatat senilai Rp14,14 juta.

Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), SNLK menawarkan saham kepada masyarakat sebanyak 150 juta lembar atau setara dengan 33,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Baca :  Bursa AS Masih Konsolidasi

Maka, pada aksi korporasi ini Sunlake Hotel mampu memperoleh dana publik sebesar Rp22,5 miliar.

Saat melakukan penawaran umum pada 19-23 Maret 2020, SNLK mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 205 kali dari porsi pooling.

Emiten ke-10 yang mencatatkan saham di BEI pada 2021 ini menunjuk PT Victoria Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Menurut Direktur Utama SNLK, Sapto Utomo Hidajat, langkah perseroan dalam melakukan IPO ini merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur permodalan, meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan membuka akses yang lebih luas terhadap sumber pendanaan di pasar modal.

Dia mengungkapkan, dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan hotel yang dilakukan secara bertahap, sesuai strategi bisnis SNLK, yaitu mengembangkan fasilitas utama dan fasilitas penunjang, serta digunakan dalam program Long Stay Rooms yang akan mengonversi 100 kamar menjadi kamar long stay.

Baca :  Dicatat di Papan Akselerasi, Harga PLAN Mentok pada Batas Atas Autorejection

“Kami melihat adanya peluang yang terus bertumbuh dari pelayanan yang bersifat jangka panjang. Karena, hotel kami memiliki banyak keunggulan dari fasilitas yang tersedia, dibandingkan dengan kompetitor yang menawarkan fasilitas sejenis,” ucap Sapto sembari menyebutkan bahwa OJM menetapkan SNLK sebagai Efek Syariah.