Merger Dengan Malacca Straits, Anak Usaha IPTV Akan Tercatat di NASDAQ

Direktur Utama MNC Vision Networks, Ade Tjendra

JAKARTA-PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) melalui anak perusahaannya, PT Asia Vision Network (AVN) menandatangani perjanjian definitif kombinasi bisnis dengan Malacca Straits Acquisition Company Limited (NASDAQ:MLAC), sehingga nantinya AVN akan menjadi perusahaan induk terdaftar di AS dan dapat diperdagangkan di NASDAQ.

Menurut Direktur Utama MNC Vision Networks, Ade Tjendra dalam keterbukaan informasi IPTV yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (24/3), transaksi kombinasi bisnis tersebut mengimplikasikan pro-forma nilai perusahaan sebesar USD573 juta.

Sebagaimana diketahui, AVN merupakan perusahaan induk dari Vision+ yang bergerak di bisnis media Over-The-Top (OTT) dan MNC Play yang merupakan operator broadband maupun fiber optik TV kabel berlangganan.

Baca :  OJK Dorong BPR Perkuat Permodalan Melalui Merger

Sedangkan, Malacca Straits merupakan Special Purpose Acquisition Company yang diperdagangkan secara publik.

Tjendra mengatakan, saat ini penetrasi media OTT hanya 2 persen, sehingga AVN berada pada posisi strategis dan memiliki siklus pertumbuhan yang berkelanjutan.

AVN disebut menerapkan strategi kemitraan dengan penyedia infrastruktur dan mengadopsi model bisnis yang rendah belanja modal.

Sehingga, AVN menghasilkan margin EBITDA tertinggi secara industri, yakni sebesar 61 persen di 2020 dan diproyeksikan bisa mencapai 75 persen selama lima tahun ke depan.

Maka, proyeksi pertumbuhan pendapatan CAGR bisa sebesar 39 persen sampai tahun 2025.

Tjendra menyebutkan, bergabungnya AVN dengan Malacca Straits akan menjadikan saham dan waran AVN bisa tercatat di NASDAQ,  sehingga dapat memberikan akses bagi investor global ke bisnis OTT dan streaming di Indonesia.

Baca :  Bayar Utang, IPTV Siap Rights Issue Maksimal 2,46 Miliar Saham

Lebih lanjut dia mengatakan,  kombinasi bisnis tersebut akan menghasilkan USD135 juta ke dalam neraca AVN, dengan asumsi tidak ada redemption oleh pemegang saham publik di MLAC atau penyesuaian harga pembelian.

Menurut Tjendra, MNC Group akan melakukan roll-over 100 persen ekuitasnya di AVN dan akan menerima tambahan saham AVN.

Dengan demikian, jika digabungkan dengan saham existing, tentunya IPTV akan memiliki jumlah saham yang mencerminkan nilai perusahaan pre-money AVN sebesar USD530 juta.

Sementara itu, ujar Tjendra, nilai enterprise value bisnis gabungan ini mencapai USD573 juta, sekaligus mencerminkan valuasi EV/EBITDA 2022 sebesar 5,8x.

AVN dan MLAC menyetujui dan mengharapkan kombinasi bisnis ini akan selesai pada akhir Kuartal II-2021 atau awal Kuartal III-2021.

Baca :  BBRI Setujui Rencana Penggabungan BRIS, BNI Syariah dan Mandiri Syariah

“Kami akan bergabung dengan perusahaan yang terdaftar di NASDAQ. Kami yakin ini akan menjadi tonggak sejarah yang sangat besar dan akan menciptakan peluang yang jauh lebih besar bagi IPTV untuk bertumbuh dan lebih dikenal di pasar internasional,” papar Tjendra.