Pendapatan Anjlok, Rugi Bersih TRIO di 2020 Bengkak Jadi Rp272,13 Miliar

Ilustrasi/PT Trikomsel Oke Tbk

JAKARTA-PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) sepanjang tahun lalu mengalami kenaikan jumlah rugi bersih menjadi Rp272,13 miliar dari Rp103,63 miliar.

Peningkatan kerugian tersebut dipengaruhi oleh penurunan jumlah pendapatan bersih di 2020.

Berdasarkan laporan keuangan TRIO yang dipublikasi di Jakarta, Rabu (23/3), pendapatan bersih TRIO di 2020 hanya senilai Rp494,47 miliar atau lebih rendah dibanding setahun sebelumnya yang sebesar Rp966,73 miliar.

Namun, pada tahun lalu TRIO mampu menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp466,58 miliar dari Rp884,76 miliar di 2019.

Sehingga, laba bruto perseroan di 2020 tercatat senilai Rp27,89 miliar atau mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp81,97 miliar.

Sementara itu, selama 2020 perseroan mencatatkan beban penjualan sebesar Rp40,87 miliar,  sedangkan beban umum dan administrasi mencapai Rp44,81 miliar.

Baca :  Incar Revenue dari Anak Usaha TRIO, GLOB Fokus Masuki Bisnis Kopi

Maka, pada tahun lalu jumlah rugi usaha TRIO tercatat  sebesar Rp57,8 miliar atau lebih tinggi dibanding 2019 yang senilai Rp35,22 miliar.

Pada tahun lalu, beban keuangan TRIO tercatat Rp225,03 miliar, sedangkan penghasilan keuangan senilai Rp170,51 juta dan penghasilan lain-lain (neto) sebesar Rp4,73 miliar.

Dengan demikian, jumlah rugi tahun berjalan yang dicatatkan TRIP untuk Tahun Buku 2020 mencapai Rp276,6 miliar atau mengalami kenaikan dibanding 2019 senilai Rp107,73 miliar.

Per 31 Desember 2020, total liabilitas TRIO tercatat meningkat menjadi Rp4,08 triliun dari Rp3,84 triliun per 31 Desember 2019.

Hingga akhir 2020, jumlah defisiensi ekuitas TRIO yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp3,89 triliun atau lebih besar dibanding tahun sebelumnya senilai Rp3,62 triliun.

Baca :  Incar Revenue dari Anak Usaha TRIO, GLOB Fokus Masuki Bisnis Kopi

Hingga akhir Desember 2020, total defisiensi ekuitas tercatat meningkat menjadi Rp3,97 triliun dari Rp3,7 triliun.

Dengan demikian, total aset TRIO per 31 Desember 2020 hanya senilai Rp111,3 miliar atau lebih rendah dibanding posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp136,43 miliar.