Presiden Serap Aspirasi Pelaku Usaha Perikanan Maluku

Presiden Joko Widodo melakukan dialog dengan pelaku usaha perikanan seperti perwakilan kelompok nelayan, penjual ikan, dan pedagang pasar setempat di Dermaga Huseka’a Hitu, Kota Ambon, Maluku, Kamis (25/3/2021).

AMBON-Presiden Joko Widodo melakukan dialog dengan pelaku usaha perikanan seperti perwakilan kelompok nelayan, penjual ikan, dan pedagang pasar setempat di Dermaga Huseka’a Hitu, Kota Ambon, Maluku, Kamis (25/3/2021).

“Saya ingin mendengar situasi urusan yang berkaitan dengan perikanan dan nelayan di saat pandemi,” ujar Presiden Joko Widodo secara virtual melalui tayangan akun YouTube Setkretariat Presiden (Setpres).

Langkah ini, lanjut dia, sebagai upaya pemerintah dalam menyerap aspirasi para pelaku usaha tersebut.

Sehingga, kebijakan yang akan dirumuskan oleh instansi pemerintah terkait dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan profesi tersebut.

“Apakah ada pengaruhnya atau tidak dan ada kesulitan pada saat pandemi saat ini,” imbuhnya.

Baca :  Tim Gabungan Temukan Bagian Pesawat Sriwijaya SJ 182

Dalam waktu dekat, Presiden menerangkan, Kota Ambon akan mengembangkan pelabuhan baru dengan konsep pelabuhan terintegrasi yang akan menjadi pusat pertumbuhan industri pengolahan ikan dan konsolidasi kargo dari wilayah Indonesia Timur.

Pengembangan pelabuhan baru tersebut sangat dibutuhkan mengingat pelabuhan khusus perikanan saat ini telah mencapai kapasitas maksimum.

“Tahun ini akan dimulai pembangunannya dan kita harapkan dalam dua tahun akan selesai. Untuk itu saya minta nanti pelaku-pelaku fisheries industry bisa segera mendaftar dan ikut masuk ke dalam lokasi ini sehingga kita memiliki keyakinan bahwa ini bisa jalan,” ucapnya.

Melihat potensi perikanan di Maluku yang sangat besar, namun belum teroptimalkan dengan baik, Presiden memandang bahwa pembangunan sebuah fasilitas yang dibutuhkan para pelaku usaha perikanan setempat untuk dapat memacu produksi perikanan lebih besar lagi memang diperlukan.

Baca :  Menhub-Panglima TNI Tinjau Titik Lokasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Meski demikian, Kepala Negara menekankan agar rencana dan implementasi dari pembangunan pelabuhan baru tersebut lebih dimatangkan agar nantinya dapat menjadi sebuah percontohan bagi pengembangan pelabuhan modern yang terintegrasi dengan industri perikanannya di daerah-daerah lainnya.

“Tadi disampaikan oleh Dirut Pelindo mengenai potensi-potensi perikanan. Ada 800 ribu ton sebelah sini, kemudian sebelah utara ada 1,2 juta ton, kemudian agak di selatannya ada 2,6 juta ton. Saya kira Ambon New Port ini memang harus,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelum mengunjungi dan meninjau Pelabuhan Yos Sudarso serta berdialog dengan para pelaku usaha perikanan, Kepala Negara terlebih dahulu meninjau jalannya proses vaksinasi massal COVID-19 yang digelar bagi para petugas atau pekerja publik di pelabuhan yang terdiri atas pegawai dari PT Pelni, PT Pelindo, dan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan).

Baca :  Bantu Pelaku Usaha, Pemerintah Siap Jual "Recovery Bonds"

Dalam kunjungan itu, sebanyak 50 orang tengah menjalani proses vaksinasi di mana pelaksana setempat menargetkan pemberian vaksin kepada 230 penerima vaksin secara keseluruhan.

Mendampingi Presiden dalam kunjungan tersebut antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Maluku Murad Ismail.