SJR: Jangan Kaitkan Jokowi Dengan KLB Demokrat

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98 ( RNA98 ), Sayed Junaidi Rizaldi

JAKARTA-Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98, Sayed Junaidi Rizaldi (SJR) memastikan Presiden Joko Widodo tidak mempunyai kepentingan poltik dengan pelaksaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Alasannya, KLB ini merupakan urusan dapur rumah tangga Demokrat yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun.

Karena itu, dia meminta semua pihak agar jangan mengaitkan urusan internal Demokrat ini dengan Jokowi.

“Spekulasi politik yang mengaitkan KLB Demokrat dengan Jokowi, saya minta distop. Hentikan itu semua. Jokowi tidak mempunyai kepentingan,” ujar Sayed di Jakarta, Sabtu (6/3).

Tokoh yang biasa Pak Cik ini mengaku heran dengan pendapat yang menghubungkan KLB partai Demokrat ini dengan Jokowi.

Padahal, pelaksaaan KLB ini murni urusan dapur Demokrat.

Baca :  Indonesia-Filipina Sepakat Tingkatkan Volume Perdagangan

“Yang terjadi itu kan persoalan internal Partai Demokrat dan Moeldoko dapat momentumnya. Dan tidak ada kaitannya dengan Jokowi,” tegasnya.

Lebih lanjut, SJR menegaskan, Jokowi tidak memiliki kepentingan politik dengan Demokrat, termasuk kepentingan Pilpres 2024.

Karena itu, terangnya menuduh Jokowi memiliki agenda KLB Demokrat ini sangat tidak masuk akal.

“Jokowi tidak lagi memiliki kepentingan pada pilpres 2024. Lihat saja lawannya pada Pilpres 2019 yang dirangkul Jokowi dalam kabinet. Lagi pula sekarang parlemen juga dikuasai koalisi Jokowi,” tegas lulusan pasca politik UI tersebut.

Lebih jauh, Sayed meminta anak bangsa menyatukan energi membantu pemerintah menyelesaikan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi bangsa saat ini.

Baca :  Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Perkuat Kerjasama ASEAN

Dukungan serta partisipasi aktif masyarakat memudahkan jalan bagi pemerintah menuntaskan persoalan pelik bangsa ini.

“Persoalan yang kita hadapi sekarang sudah cukup kompleks dari soal phk, corona, vaksin, itu yang lebih menjadi fokus Jokowi, karena tugas kenegaraan dan untuk rakyat,” pungkasnya.