Laba Bersih BYAN Kuartal Pertama Melambung Jadi USD165,86 Juta

Ilustrasi

JAKARTA-Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar USD165,86 juta atau mengalami kenaikan signifikan dibandingkan perolehan di periode yang sama di 2020 senilai USD35,55 juta.

Berdasarkan laporakan keuangan BYAN yang dilansir di Jakarta, Senin (26/4), kenaikan laba bersih perseroan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan di Kuartal I-2021 yang mencapai USD501,04 juta atau lebih tinggi dibanding raihan di Kuartal I-2020 sebesar USD326,28 juta.

Bahkan, selama tiga bulan pertama tahun ini BYAN mampu menekan beban pokok pendapatan menjadi USD217,98 juta dari USD235,95 juta pada Kuartal I-2020.

Sehingga, laba bruto BYAN di Kuartal I-2021 menjadi USD283,05 juta atau lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2020 senilai USD90,33 juta.

Baca :  Kinerja Negatif VIVA Terus Berlanjut, Rugi Bersih di Kuartal Pertama Capai Rp156,3 Miliar

Sementara itu, laba sebelum pajak yang dicatatkan BYAN pada Kuartal I-2021 sebesar USD227,56 juta atau lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2020 senilai USD48,04 juta.

Dengan jumlah beban pajak penghasilan di Kuartal I-2020 yang senilai USD50,22 juta, maka laba periode berjalan BYAN tercatat USD177,34 juta.

Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 31 Maret 2021 sebesar USD165,86 juta atau lebih besar dibanding periode yang sama di 2019 senilai USD35,55 juta.

Laba per saham dasar BYAN hingga akhir Maret 2021 sebesar USD0,05 per lembar atau meningkat dibanding per akhir Kuartal I-2020 yang senilai USD0,01 per saham.

Baca :  Laba Bersih GOOD di 2020 Turun Jadi Rp259 Miliar, Liabilitas Melonjak 60%

Per 31 Maret 2021, total liabilitas BYAN tercatat meningkat menjadi USD762,21 juta dari posisi per 31 Desember 2020 sebesar USD758,17 juta.

Sedangkan, ekuitas per akhir Maret 2021 melonjak menjadi USD1,07 miliar dari USD861,55 juta per akhir Desember 2020.