Liabilitas Naik 546,8%, Laba Bersih IRRA di Kuartal I-2021 Senilai Rp20,91 Miliar

Ilustrasi

JAKARTA-Total liabilitas PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) per 31 Maret 2021 tercatat melambung 546,8 persen (year-on-year) menjadi Rp465,55 miliar.

Sedangkan laba bersih di kuartal pertama tahun ini bertumbuh 853,6 persen (y-o-y) menjadi Rp20,91 miliar.

Berdasarakan siaran pers IRRA yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (20/4), lonjakan laba tersebut bersumber dari perolehan pendapatan perseroan di Kuartal I-2021 sebesar Rp228,17 miliar atau mengalami kenaikan dibanding raihan di Kuartal I-2020 yang senilai Rp26,71 miliar.

Menurut Direktur Utama IRRA, Heru Firdausi Syarif, pendapatan perseroan berhasil diraih dari segmen alat kesehatan invitro tercatat sebesar Rp226,07 miliar atau melonjak 753,9 persen (y-o-y).

Produk swab antigen test menjadi produk urutan teratas sebagai penyumbang pendapatan terbesar di segmen alat kesehatan invitro.

Baca :  Liabilitas IRRA di 2020 Melambung Jadi Rp292,94 Miliar

Sementara itu, lanjut Heru, untuk segmen alat kesehatan non-elektromedik steril berupa produk alat suntik Auto Disable Syringe (ADS) di Kuartal I-2021 bertumbuh 734,2 persen (y-o-y).

Adapun margin laba usaha di Kuartal I-2021 meningkat menjadi 11,5 persen dari sebesar 5,2 persen pada Kuartal I-2020, sedangkan margin laba bersih di 1Q2021 meningkat menjadi 9,2 persen dari 8,3 persen di 1Q2020.

Heru mengaku, pencapaian IRRA di Kuartal I-2021 sudah sesuai dengan target yang ditetapkan, karena pada tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 80-100 persen.

“Di tiga bulan pertama tahun ini kami sudah merealisasikan 20-22 dari target pendapatan sepanjang 2021. Kami optimistis tahun ini bisa kembali mencapai target. Selain produk swab antigen test, mesin plasma darah dan produk alat suntik ADS. Di kuartal kedua ini kami mulai menjual produk baru kami, yaitu Avimac yang merupakan produk imunomodulator,” papar Heru.

Baca :  Usai Revisi Laporan Keuangan, Laba Bersih IRRA Tercatat Lebih Rendah

Per 31 Maret 2021, total liabilitas IRRA tercatat melambung menjadi Rp465,55 miliar dari Rp292,94 miliar pada 31 Maret 2020.

Sedangkan, total ekuitas hingga akhir Maret 2021 tercatat meningkat menjadi Rp263,19 miliar dari posisi per akhir Maret 2020 yang senilai Rp242,33 miliar.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Direktur IRRA, Pratoto Satno Raharjo kepada BEI, penyebab kenaikan liabilitas hingga 546,8 persen tersebut dikarenakan adanya pembelian persediaan barang, sehingga terdapat utang dagang yang belum jatuh tempo sampai dengan 31 Maret 2021.