Listing di Papan Akselerasi, LFLO Mentok di Titik Autorejection Atas

Ilustrasi

JAKARTA-Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (7/4), harga saham PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) yang dicatatkan pada Papan Akselerasi langsung menguat 10 persen atau mentok di batas atas autorejection Rp110 per saham

Harga saham LFLO yang ditawarkan senilai Rp100 per lembar langsung mengalami autorejection atas (ARA) ke level Rp110, dengan volume transaksi sebanyak 150 lot. Sehingga, nilai transaksi di awal perdagangan hari ini tercatat senilai Rp1,65 juta.

“Kami percaya dengan melantainya PT Imago Mulia Persada Tbk di Bursa Efek Indonesia, maka kami dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat dan para stakeholders,” kata Direktur Utama LFLO, Erlangga Ksatria di Jakarta, Rabu (7/4).

Baca :  Listing Perdana, Harga Saham KMDS dan SCNP Mentok di Titik Autorejection Atas

Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), LFLO menawarkan saham kepada publik sebanyak 300 juta lembar atau setara dengan 23,08 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Maka, pada aksi korporasi ini perusahaan penyedia furnitur merek Laflo ini mampu meraup dana masyarakat sebesar Rp30 miliar.

Rencananya, dana hasil IPO akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja berupa pembelian persediaan produk dan biaya pemasaran, pembukaan showroom baru dan pembangunan platform online.

Selain melakukan penawaran umum saham, LFLP juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak 350 juta lembar yang dana juga akan dimanfaatkan sebagai modal kerja.

Adapun harga pelaksanaan senilai Rp110 per waran dan periode pelaksanaan pada 6 Oktober 2021-6 April 2022.

Baca :  Cuma Ditransaksikan Satu Lot, Harga DCII Mentok ke Titik Autorejection Atas