Meski Kenaikan Laba 2021 di Bawah 10%, NIKL Niat Bagi Dividen Pada Tahun Depan

PT Pelat Timah Nusantara Tbk

JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2021 PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) memutuskan tidak membagikan dividen, namun perseroan berharap pada tahun depan bisa membagikan dividen meski laba bersih diproyeksikan bertumbuh di bawah 10 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama NIKL, Jetrinaldi usai pelaksanaan RUPST NIKL di Jakarta, Kamis (8/4).

“Tahun ini kami belum membagikan dividen. Kalau di 2021 ini kembali positif, tentu pada tahun depan kami ingin memenuhi harapan pada pemegang saham berupa dividen,” ucapnya.

Menurut Jetrinaldi, pada tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih masih di bawah 10 persen.

“Pada 2021 ini, kami menganggarkan capex (belanja modal) sebesar USD2,95 juta. Nilai ini di luar anggaran untuk maintenance,” kata Jetrinaldi.

Baca :  Pendapatan Naik, HRTA Raih Laba Bersih di Semester I-2020 Senilai Rp78,8 Miliar

Sepanjang 2020, NIKL membukukan laba bersih sebesar USD2,72 juta atau mengalami pertumbuhan dibanding 2019 yang senilai USD2,68 juta.

Sementara itu, penjualan pada tahun lalu tercatat menurun menjadi USD144,73 juta dari USD163,09 juta di 2019.

Sedangkan, beban pokok penjualan NIKL di sepanjang 2020 tercatat senilai USD134,95 juta atau lebih rendah dibanding setahun sebelumnya yang mencapai USD152,55 juta.

“Kenaikan laba bersih, karena kami mampu menurunkan beban keuangan yang signifikan,” ungkap Jetrinaldi.

Pada tahun lalu, beban keuangan NIKL tercatat senilai USD1,25 juta atau mengalami penurunan dibanding 2019 yang mencapai USD1,85 juta.

Adapun laba sebelum pajak di 2020 sebesar USD3,63 juta, dengan jumlah beban pajak sebesar USD913,56 ribu.

Baca :  Selain Bagi Dividen Rp71,4 Miliar, RUPS PEHA Ganti Dirut dan Komut Perseroan

Lebih lanjut Jetrinaldi mengungkapkan, pada masa pandemi Covid-19, Latinusa tetap mampu mempertahankan dominasi pangsa pasar di atas 60 persen hingga akhir 2020, terutama untuk kemasan tin plate bagi produk makanan dan minuman.

“Dalam kondisi pasar yang berubah, penjualan Latinusa terkonsentrasi pada segmen industri pangan dan mendukung pencapaian target laba yang ditetapkan,” ujarnya.

Menurut Jetrinaldi, realisasi produksi di 2020 mencapai 90,70 persen dari sasaran target yang ditetapkan, karena kondisi pasar yang kurang kondusif.

Sehingga, NIKL memprioritaskan strategi di bidang produksi yang lebih fokus dalam melayani konsumen segmen susu dan makanan dengan kebutuhan spesifikasi thickness yang lebih tipis dan coating lebih tinggi.

Baca :  RUPST SILO: Raihan Laba di 2019 Jadi Fondasi Pertumbuhan Tahun Ini

Sementara itu, realisasi volume penjualan di 2020 juga berada di bawah target, yaitu 89,06 persen.

“Latinusa mengupayakan target untuk meraih laba bersih yang dapat memberikan kontribusi terhadap saldo laba dan kinerja keuangan yang baik,” katanya.