Penjualan Tumbuh 13,5%, Laba Bersih ARNA Naik Jadi Rp118,33 Miliar

Ilustrasi

JAKARTA-PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) sepanjang 2020 mampu membukukan kenaikan laba bersih menjadi Rp118,33 miliar dari Rp65,87 miliar.

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan penjualan sebesar 13,5 persen (year-on-year).

Berdasarkan laporan keuangan 2020 yang dipublikasikan ARNA di Jakarta, Senin (19/4), nilai penjualan bersih perseroan mencapai Rp662,38 miliar atau mengalami kenaikan dibanding setahun sebelumnya yang senilai Rp583,61 miliar.

Namun di sepanjang 2020, ARNA sedikit mengalami kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp430,56 miliar dari Rp422,11 miliar di 2019.

Sehingga, laba bruto perseroan pada tahun lalu menjadi sebesar Rp231,82 miliar atau lebih besar dibanding 2019 yang senilai Rp161,5 miliar.

Sementara itu, laba usaha ARNA untuk Tahun Buku 2020 tercatat mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp151,35 miliar dari Rp83,94 miliar.

Baca :  Tertekan Penurunan Pendapatan, Laba Bersih PSSI Melorot Jadi USD8,43 Juta

Sepanjang 2020, perseroan membukukan pendapatan keuangan senilai Rp3,27 miliar, dengan beban keuangan senilai Rp1,27 miliar.

Dengan demikian, laba sebelum pajak yang dicatatkan ARNA di 2020 sebesar Rp153,35 miliar atau lebih tinggi dibanding raihan di 2019 yang hanya senilai Rp85,23 miliar.

Sementara itu, beban pajak penghasilan untuk Tahun Buku 2020 sebesar Rp33,63 miliar.

Maka, laba tahun berjalan yang berhasil dicatatkan ARNA di 2020 mencapai Rp119,72 miliar atau lebih besar dibanding setahun sebelumnya yang senilai Rp66,54 miliar.

Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2020 sebesar Rp118,33 miliar.

Per 31 Desember 2020, total liabilitas ARNA tercatat melambung menjadi Rp984,87 miliar dari posisi per 31 Desember 2019 yang sebesar Rp665,4 miliar.

Baca :  Tersuspensi Satu Semester, BEI Siap Delisting MYRX

Sedangkan, total ekuitas per akhir 2020 justru mengalami penurunan menjadi Rp1,22 triliun dari Rp1,3 triliun pada akhir 2019.