SMRA Kembali Raup Pendapatan Bersih di Atas Rp5 Triliun

Ilustrasi

JAKARTA-Pada tahun lalu, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) kembali berhasil mempertahankan jumlah pendapatan bersih di atas Rp5 triliun pada kondisi pandemi Covid-19, kendati nilainya lebih rendah dibanding setahun sebelumnya yang mencapai Rp5,94 triliun.

Berdasarakan laporan keuangan SMRA untuk Tahun Buku 2020 yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (6/4) malam, laba bersih Summarecon tercatat sebesar Rp179,84 miliar atau mengalami penurunan dibanding perolehan di sepanjang 2019 yang sebesar Rp514,98 miliar.

Meski pendapatan di 2020 tercatat sebesar Rp5,03 triliun, namun SMRA berhasil menekan beban pokok penjualan dan beban langsung menjadi Rp2,74 triliun atau lebih rendah dibanding setahun sebelumnya yang mencapai Rp3,09 triliun.

Baca :  Awal Pekan, IHSG Diperkirakan antara 5.228-5.623 Poin

Sehingga, laba bruto pada tahun lalu menjadi Rp2,29 triliun atau lebih rendah dibanding 2019 sebesar Rp2,85 triliun.

Selama 2020, SMRA juga mampu menekan beban penjualan menjadi Rp275,48 miliar, serta beban umum dan administrasi menjadi Rp746,61 miliar.

Sementara itu, pada pos penghasilan operasi lain tercatat Rp8,34 miliar, sedangkan beban operasi lain senilai Rp2,47 miliar.

Dengan demikian, laba usaha SMRA di 2020 menjadi Rp1,28 triliun atau lebih rendah dibanding setahun sebelumnya yang sebesar Rp1,59 triliun.

Pada tahun lalu, Summarecon mencatatkan kenaikan pendapatan keuangan menjadi Rp190,34 miliar dari Rp125,33 miliar.

Namun biaya keuangan di 2020 mencapai Rp1,03 triliun atau lebih tinggi dibanding 2019 sebesar Rp795,24 miliar.

Baca :  Laju IHSG Diprediksi Berbalik Menguat, Cermati Saham Pilihan Analis

Adapun laba pada ekuitas entitas asosiasi di 2020 tercatat Rp6,08 miliar atau mengalami kenaikan dibanding 2019 senilai Rp3,96 miliar.

Laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan SMRA untuk Tahun Buku 2020 sebesar Rp243,29 miliar, dengan perolehan manfaat pajak penghasilan (neto) senilai Rp2,62 miliar.

Maka, laba tahun berjalan pada tahun lalu menjadi Rp245,91 miliar, sedangkan laba yang yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp179,84 miliar.

Per 31 Desember 2020, total liabilitas SMRA tercatat sebesar Rp15,84 triliun atau lebih tinggi dibanding posisi per 31 Desember 2019 yang senilai Rp14,99 triliun.

Sedangkan, total ekuitas per akhir tahun lalu tercatat menurun menjadi Rp9,09 triliun dari Rp9,45 triliun per akhir 2019.

Baca :  Perkuat Struktur Modal, SMRA Bidik Rp1,5 Triliun Melalui Rights Issue