Survei: Kian Marak Emiten Selaraskan Strategi Bisnis Dengan Program CSR

Mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Mas Achmad Daniri

JAKARTA-Mantan Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Mas Achmad Daniri mengatakan, hasil survei tahunan terhadap program corporate social responsibility (CSR) menunjukan bahwa semakin banyak emiten di pasar modal yang menyelaraskan antara kegiatan CSR dengan strategi bisnis berkelanjutan.

Menurut Daniri dalam siaran pers yang dikirim melalui surat elektronik, Jakarta, Jumat (23/4), hasil penilaian terhadap 800 perusahaan menunjukan bahwa setiap tahun terjadi peningkatan jumlah perusahaan yang menyelarasakan antara CSR dengan strategi bisnis dan penerapan creating shared value (CSV).

“Penilaian juga dilakukan pada program CSR unggulan di masa pandemi Covid-19 dan sejauhmana perusahaan dalam mengadopsi ISO 26000 Social Responsibility, serta mengukur kebijakan sistem tata kelola perusahaan,” ujar Daniri.

Baca :  Laba Bersih ADHI di Kuartal Pertama Turun Jadi Rp6,74 Miliar

Perusahaan dengan nilai tertinggi dalam pelaksanaan program CSR/Community Development yang efektif dan berkualitas, akan mendapatkan penghargaan Top CSR Awards 2021 yang pada tahun ini mengangkat tema “Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di Masa Kenormalan Baru”.

Pada tahun ini, kata Daniri, emiten di pasar modal yang berhasil meraih penghargaan atas implementasi dari sinergi CSR dan strategi bisnis, jumlahnya semakin banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Saat penilaian, terdapat 150 finalis dari 800 perusahaan yang menjadi responden, sedangkan pada 2020 hanya sebanyak 120 perusahaan.

Adapun emiten saham yang meraih penghargaan dari survei dan penilaian tersebut antara lain, BBRI, PBRX, GJTL, BFIN, ADHI, ADRO, PTBA, ASII, BBCA, TPIA, BMRI dan ITMG.

Baca :  Bos BBRI: Isu Likuiditas Ketat Mulai Bergeser ke Problem Loan Demand

Sedangkan emiten obligasi, PT Pupuk Indonesia (Persero) dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.

Sementara itu, menurut Ketua Penyelenggara Top CSR Awards 2021, Moh Lutfi Handayani, setiap tahun jumlah peserta yang mengikuti penilaian dan survei terkait CSR terus meningkat.

“Karena, pada kegiatan ini setiap peserta terpacu untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas CSR perusahaan,” ucapnya.

Dia menyebutkan, perusahaan dengan nilai terbaik dalam penerapan CSR diberi predikat Bintang 5, yang pada tahun ini jumlahnya 22 perusahaan atau lebih banyak dibanding di 2020 yang sebanyak 11 perusahaan.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang pemberian penghargaan, namun sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas CSR yang mendukung bisnis berkelanjutan,” tuturnya.

Baca :  Tak Ada Rencana Akuisisi Bank, ASII: Dana Penjualan BNLI untuk Pekuat Neraca