Analis: Investasi Telkomsel di Gojek Bakal Tumbuhkan Pendapatan Secara Eksponensial

ilustrasi

JAKARTA-Keputusan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) yang menambah investasi di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) hingga mencapai USD300 juta untuk pengembangan bisnis digital diyakini mampu menciptakan pertumbuhan pendapatan secara eksponensial.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Senior Analis PT MNC Sekuritas, Victoria Venny di Jakarta, Selasa (11/5) yang merespons langkah lanjutan Telkomsel saat memutuskan kembali menanamkan modal di Gojek sebesar USD300 juta menjadi USD450 juta dari sebelumnya senilai USD150 juta untuk pengembangan bisnis digital perseroan.

Venny menegaskan, langkah Telkomsel tersebut sekaligus untuk memantapkan posisi sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang sedang mengembangkan bisnis digital.

Dia menyatakan, keputusan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) tersebut sudah tepat, sejalan dengan upaya melakukan diversifikasi usaha.

Baca :  Intan Fauzi: RUU Omnibus Law Harus Memberikan Perlindungan Kuat Bagi Pekerja

Lebih lanjut Venny menyebutkan, Telkomsel memiliki potensi dana yang sangat besar untuk diinvestasikan ke perusahaan digital, terlebih lagi perseroan merupakan perusahaan telekomunikasi yang memiliki cash terbaik di Indonesia.

“Jika mereka (Telkomsel) hanya berinvestasi di infrastruktur telekomunikasi, maka potensi pertumbuhannya sudah bisa diukur. Pertumbuhan perusahaan yang sudah mature paling besar hanya 5 persen. Namun, berbeda ketika mereka berinvestasi di perusahaan digital. Potensi pertumbuhannya bisa eksponensial,” papar Venny.

Pada dasarnya, menurut Venny, saat ini bukan hanya Telkomsel yang melirik perusahaan digital sebagai target investasi.

Tercatat Grup Djarum, PT Astra International Tbk (ASII), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan Sea Group (induk Shopee) sudah berinvestasi di perusahaan digital.

Baca :  Presiden Dorong Negara G-20 Hapus Hambatan Perdagangan

Dengan demikian, ujar Venny, saat ini momentum yang tepat bagi Telkomsel untuk menambah investasi Gojek, karena ekonomi digital berpotensi untuk terus bertumbuh dan valuasi perusahaan digital masih sangat menarik.

“Jika kita melihat rekam jejak perusahaan digital seperti Gojek dan Tokopedia, mereka belum sepuluh tahun saja valuasinya sudah melebih market cap Telkom. Kalau Telkomsel hanya berinvestasi di infrastruktur telekomunikasi saja, maka mereka tidak akan bisa berkompetisi. Itu yang menjadi pertimbangan Telkomsel berinvestasi di perusahaan digital,” tutur Venny.

Dia memperkirakan, pertumbuhan bisnis perusahaan digital yang fokus memberikan layanan kebutuhan masyarakat masih sangat menjanjikan, seperti TaniHub atau Sayur Box.

Sebagaimana diketahui, TaniHub dan Sayur Box merupakan perusahaan rintisan yang berhasil memangkas rantai pasok, serta sukses menghubungkan antara pembeli dan petani.

Baca :  Presiden Jokowi Ajak Jepang Investasi di Natuna

Venny menambahkan, perusahaan digital lainnya yang mampu bertumbuh signifikan adalah HaloDoc dan SiCepat.

“Di saat pandemi Covid-19, masyarakat mau tidak mau sangat bergantung pada perusahaan digital. Terlebih lagi ketika ingin memenuhi kebutuhann sehari-hari. Saat ini saya untuk konsultasi dengan dokter dan membeli obat melalui aplikasi Halodoc. Maka, potensi pertumbuhan perusahaan digital masih sangat besar,” ucapnya.