Didukung Belanja Infrastruktur di APBN, SMBR Yakin Target Penjualan Tercap

Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Semen Baturaja di Jakarta, Kamis (27/5)

JAKARTA-PT Semen Baturaja (Persero) Tbk optimistis bisa mencapai target pertumbuhan volume penjualan semen di 2021 sebesar 11 persen (year-on-year), lantaran adanya peningkatan alokasi belanja untuk infrastruktur di APBN 2021 sebesar 47,3 persen menjadi Rp414 triliun.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama SMBR, Jobi Triananda Hasjim usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Semen Baturaja di Jakarta, Kamis (27/5).

Optimisme tercapainya target pertumbuhan volume penjualan tersebut, kata Jobi, didukung pula oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 sekitar 4-5 persen.

“Pemerintah telah memulai proyek-proyek strategisnya dan Semen Baturaja telah ikut serta dalam proyek strategis pemerintah yang memberikan peluang bagi perseroan untuk meningkatkan volume penjualan dan mengatasi over supply semen,” papar Jobi.

Baca :  Menkeu: Reformasi Untuk Memperbaiki Daya Saing

Jobi mengatakan, RUPST yang dipimpin Komisaris Utama SMBR, Franky Sibarani tersebut memiliki delapan agenda acara yang seluruhnya mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham.

Lebih lanjut dia menyebutkan, pada tahun lalu perseroan mencatatkan volume penjualan semen sebanyak 1,93 juta ton dan penjualan non-semen lainnya, seperti white clay, semen mortar dan beton porous.

Penyumbang penjualan terbesar masih diperoleh dari semen bungkus yang tersebar di para distributor wilayah pemasaran Semen Baturaja.

Dia mengatakan, inisiatif strategi yang telah dilakukan pada 2020 akan dibawa kembali untuk tahun ini.

Pada Kuartal I-2021, SMBR mampu mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 20 persen (y-o-y) menjadi Rp394 miiar.

Menurut Jobi, keberlanjutan pada efisiensi biaya juga bisa menurunkan beban pokok penjualan sebesar 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2020, sehingga pada Kuartal I-2021 jumlah laba bersih SMBR tercatat senilai Rp17,9 miliar.

Baca :  Dana Olahraga Minim, Hanya 0,33% Dari APBN

Jobi mengklaim, sejauh ini SMBR mampu menjaga pertumbuhan penjualan untuk memenuhi demand di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung.

Wilayah Sumatera memiliki demand yang mampu meningkatkan volume penjualan Kuartal I-2021 sebesar 22 persen menjadi 452.931 ton.

Strategi bisnis yang dilakukan SMBR untuk meningkatkan kinerja perusahaan, antara lain, kebijakan kualitas produk yang menyesuaikan kebutuhan pelanggan, kontinuitas suplai, seperti kesiapan armada angkutan hingga buffer stock di wilyah-wilayah penjualan strategis dan penjualan produk turunan, yakni white clay, semen mortar hingga beton porous.

Pada RUPST hari ini, para pemegang saham SMBR juga menyetujui pengangkatan Chowadja Sanova sebagai Komisaris Independen SMBR.

Dengan demikian, saat ini susunan pengurus SMBR adalah sebagai berikut:

Baca :  Mendagri Perluas PPKM Mikro ke Lima Provinsi

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Franky Sibarani
Komisaris: Oke Nurwan
Komisaris Independen: Darusman Mawardi
Komisaris Independen: Endang Tirtana
Komisaris Independen: Chowadja Sanova

Direksi
Direktur Utama: Jobi Triananda Hasjim
Direktur Produksi dan pengembangan: Daconi
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: M Jamil
Direktur Umum dan SDM: Amrullah
Direktur Pemasaran: Mukhamad Saifudin