Harga Cenderung Flat, Wadirut Lepas Kepemilikan Saham di BRIS

Chief of Economist Bank Syariah Indonesia (BSI), Banjaran Surya Indrastomo
Ilustrasi

JAKARTA-Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), Ngatari memutuskan untuk menjual sebagian besar kepemilikan sahamnya di perseroan atau sebanyak 4.694.800 lembar pada rentang harga Rp2.240-Rp2.260 per saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi BRIS yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (17/5), pada 11 Mei 2021 BRIS telah melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait perubahan kepemilikan saham perseroan pasca Ngatari melakukan penjualan sebagian besar sahamnya di BRIS.

Surat yang ditandatangani Ngatari tersebut untuk memenuhi ketentuan yang diatur dalam Pasal 2 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2012 tentang Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu.

Ngatari menyebutkan, sebelum melakukan transaksi penjualan saham BRIS, dia memiliki saham sebanyak 5.629.600.

Baca :  Tambah Modal Rp1,23 Triliun, BSDE Siap Private Placement 1,92 Miliar Saham

Setelah melakukan penjualan saham BRIS sebanyak 4.694.800 lembar, maka saat ini kepemilikan Ngatari hanya tersisa 934.600 lembar.

Tanggal transaksi penjualan saham tersebut pada 11 Mei 2021, sedangkan tanggal efektif di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 18 Mei 2021.

Perlu diketahui, tujuan dari transaksi penjualan saham ini sebagai pelaksanaan hak opsi Management Stock Option Program (MSOP), dengan status kepemilikan langsung.

Adapun harga penjualan rata-rata senilai Rp2.244,9 per lembar, dengan rincian sebanyak 500 saham dijual seharga Rp2.260 per lembar, sebanyak 1.308.000 dijual seharga Rp2.250 per lembar dan sebanyak 2.886.800 seharga Rp2.240 per lembar.

Sebagaimana diketahui, pada pembukaan perdagangan hari ini harga saham BRIS berada di level Rp2.280 per lembar atau berada dalam pergerakan yang cenderung flat dibanding pada penutupan 1 April 2021 yang berada di level Rp2.330 per saham

Baca :  RUPST UNVR Sepakat Seluruh Laba Bersih 2019 Ditetapkan Sebagai Dividen