Investor Asing Siap Caplok Prima Bank, Kategori BUKU 1 Bakal Hilang

Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Anung Herlianto

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, saat ini sudah tidak ada lagi kategori Bank Umum Kelompok Usaha 1 (BUKU 1), karena PT Prima Master Bank sudah masuk pipeline terkait pengambil-alihan oleh investor dari luar negeri.

“Sekarang ini bank BUKU 1 sudah hilang, karena sudah naik pangkat. Kami sudah melakukan rapat mengenai kenaikan modal inti menjadi Rp1 triliun, ternyata banyak (BUKU 1) yang mampu,” kata Direktur Eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK, Anung Herlianto di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/5).

Anung menyebutkan, saat ini Prima Bank yang ada di Jawa Timur sudah masuk proses pengambil-alihan oleh investor dari luar negeri.

“Jadi yang tidak mampu bergabung (dengan bank lain) atau dijual, tinggal satu bank, yakni Bank Prima Master di Jatim dan sudah masuk pipeline,” ucapnya.

Baca :  BI: Modal Asing Kabur Capai Rp125,2 Triliun

Lebih lanjut dia meyakini, merger bank bermodal kecil mampu menciptakan bank yang kuat dari sisi permodalan, serta bisa berkompetisi dalam menghadapi dinamika dan tantangan global.

Anung mencontohkan, PT Bank Royal Indonesia diakuisisi oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), sehingga manjadi sebuah bank (Bank Digital BCA) yang kuat.

Per akhir Maret 2021, kata Anung, pada struktur perbankan Indonesia  terdapat 107 bank yang terbagi atas 70 bank domestik dan 37 bank asing.

Adapun bank domestik terdiri dari empat bank pemerintah, 26 BPD dan 40 bank swasta nasional.

Sedangkan, bank asing terdiri dari tujuh kantor cabang bank asing dan sebanyak 30 bank dimiliki asing.

Baca :  Kepercayaan Investor Asing Terhadap Ekonomi RI Tetap Tinggi

“Struktur industri (perbankan) di Indonesia, sekarang ada 107 bank. Jumlahnya berkurang, bukan karena hilang dan bukan ditutup, tetapi ini proses konsolidasi yang kami lakukan. Awalnya ada sekitar 118 bank,” ucapnya.