Kuartal Pertama, Kinerja BAJA Berbalik Bukukan Laba Rp42,93 Miliar

PT Saranacentral Bajatama Tbk

JAKARTA-PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) selama tiga bulan pertama tahun ini, berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp42,93 miliar.

Padahal di periode yang sama 2020 perseroan masih mencatatkan rugi bersih mencapai Rp99,38 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan BAJA yang dipublikasi di Jakarta, Senin (17/5), pada Kuartal I-2021 perseroan mampu meraih pendapatan usaha (unaudited) sebesar Rp376,49 miliar atau lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pendapatan di Kuartal I-2020 yang senilai Rp348,69 miliar.

Di tengah peningkatan pendapatan tersebut, BAJA berhasil menekan beban pokok penjualan di Kuartal I-2021 menjadi Rp304,51 miliar dari Rp339,02 miliar pada periode yang sama di 2020.

Sehingga, laba bruto BAJA selama tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp71,98 miliar.

Baca :  Kuartal I-2021, Jababeka Bukukan Pendapatan Rp 640,6 Miliar

Pada Kuartal I-2021, jumlah beban usaha perseroan juga tercatat lebih rendah, yakni senilai Rp2,99 miliar dibanding pada periode yang sama di 2020 sebesar Rp4,91 miliar.

Maka, laba usaha BAJA pada kuartal pertama tahun ini tercatat sebesar Rp68,99 miliar atau lebih tinggi dibanding Kuartal I-2020 yang hanya senilai Rp4,75 miliar.

Adapun laba sebelum pajak yang dibukukan BAJA pada Kuartal I-2021 sebesar Rp54,7 miliar atau mengalami pembalikan kinerja keuangan dibanding Kuartal I-2020 yang mencatatkan rugi sebelum pajak mencapai Rp99,13 miliar.

Dengan jumlah beban pajak penghasilan di Kuartal I-2021 yang senilai Rp11,77 miliar, maka laba tahun berjalan yang diraih BAJA selama tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp42,93 miliar.

Baca :  TLKM Bagi Dividen Dari Laba 2019 Sebesar Rp15,26 Triliun

Per 31 Maret 2021, total liabilitas BAJA menurun menjadi Rp626,85 miliar dari Rp632,59 miliar pada 31 Desember 2020.

Sedangkan, total ekuitas per akhir Kuartal I-2021 meningkat menjadi Rp170,11 miliar dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2020 yang senilai Rp127,84 miliar.