Laba Bersih CSRA Naik Jadi Rp41,38 Miliar

Ilustrasi

JAKARTA- PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) sepanjang Kuartal I-2021 membukukan kenaikan laba bersih menjadi sebesar Rp41,38 miliar dari Rp32,5 miliar pada Kuartal I-2020.

Kenaikan laba sebesar 27,3 persen (y-o-y) tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini.

“Laba bersih dan penjualan masih bertumbuh dua digit, meskipun situasi pandemi yang kian berlanjut. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan fundamental bisnis kami di tengah-tengah berbagai tantangan telah dialami perseroan,” Direktur CSRA, Seman Sendjaja dalam siaran pers yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (31/5).

Pada Kuartal I-2021, CSRA membukukan pendapatan sebesar Rp175,97 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 20,8 persen (y-o-y).

Baca :  Kemenperin Apresiasi Industri Serahkan 1.000 Konsentrator Oksigen

“Peningkatan pendapatan yang cukup signifikan ini, terutama dipicu oleh tren positif kenaikan harga jual rata-rata komoditi kelapa sawit sejalan dengan mulai pulihnya harga komoditas kelapa sawit yang juga diiringi konsistensi volume produksi tandan buah segar (TBS),” jelasnya.

Kenaikan laba bersih CSRA sebesar 27,3 persen tersebut, tercatat lebih rendah dibandingkan dengan para kompetitor.

Namun, menurut manajemen CSRA, hal tersebut dikarenakan baseline yang jauh lebih kuat pada CSRA di 2019.

Sehingga, kondisi ini menyebabkan peningkatan tahunan pada profitabilitas terlihat lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor di industri sejenis.

Per 31 Maret 2021, total liabilitas CSRA tercatat Rp795,19 miliar atau mengalami penurunan 3,8 persen dibanding per 31 Desember 2021.

Baca :  Kemenkes Bayar Tunggakan Insentif Relawan RSDC Wisma Atlet Rp Rp11,8 Miliar

Sementara itu, total ekuitas hingga akhir Kuartal I-2021 mengalami kenaikan menjadi Rp613,66 miliar dari posisi per 31 Desember 2020 yang senilai Rp572,28 miliar.

Manajemen CSRA menyampaikan, pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan terbesar bagi perseroan di 2021.

Meski kinerja CSRA sedikit terkoreksi akibat kondisi pandemi, namun secara keseluruhan sektor usaha perkebunan sawit masih bisa berjalan cukup optimal dan berpeluang untuk terus berkembang.

“Perseroan yakin akan prospek bisnis ke depan masih cukup baik, seiring dengan membaiknya kondisi sektor perkebunan kelapa sawit yang juga memiliki prospek cemerlang. Pengembangan vaksin Covid-19 juga sudah mulai menemukan titik terang, sehingga diharapkan pada 2021 kondisi perekonomian global dan nasional akan membaik,” papar Seman.

Baca :  Kemendag Minta Masyarakat Belanja Kebutuhan Pangan Secara Daring