Laba Bersih ERAA di Kuartal I-2021 Meningkat Jadi Rp278,2 Miliar

ilustrasi

JAKARTA-PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) selama tiga bulan pertama tahun ini mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp278,2 miliar atau meningkat dibanding periode yang sama di 2019 senilai Rp102,7 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan ERAA untuk Kuartal I-2021 yang dirilis di Jakarta, Senin (24/5), peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan.

Selama tiga bulan pertama tahun ini, nilai penjualan bersih ERAA tercatat Rp10,85 triliun atau mengalami kenaikan dibanding Kuartal I-2020 yang senilai Rp7,81 triliun.

Sementara itu, beban pokok penjualan ERAA di Kuartal I-2021 sebesar Rp9,65 triliun atau lebih besar dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp7,03 triliun.

Dengan demikian, laba bruto perseroan di kuartal pertama tahun ini menjadi sebesar Rp1,2 triliun atau lebih besar dibanding periode yang sama di 2020 senilai Rp778,06 miliar.

Baca :  RUPST UNVR Sepakat Seluruh Laba Bersih 2019 Ditetapkan Sebagai Dividen

Pada Kuartal I-2021, ERAA mencatat beban penjualan dan distribusi sebesar Rp434,97 miliar, sedangkan beban umum dan administrasi Rp314,82 miliar.

Pada pos pendapatan lainnya, selama tiga bulan pertama tahun ini ERAA meraih Rp42,26 miliar, sementara beban lainnya tercatat Rp32,01 miliar.

Dengan demikian, laba usaha yang dibukukan ERAA di Kuartal I-2021 sebesar Rp459,27 miliar atau mengalami kenaikan dibanding Kuartal I-2020 senilai Rp210,62 miliar.

Adapun laba sebelum pajak di Kuartal I-2021 sebesar Rp422,42 miliar, sedangkan beban pajak penghasilan bersih senilai Rp106,6 miliar.

Maka, laba tahun berjalan yang dicatatkan ERAA selama tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp315,85 miliar.

Adapun jumlah laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Kuartal I-2021 sebesar Rp278,2 miliar.

Baca :  2020, Kinerja Keuangan PGAS Berbalik Merugi USD264,77 Juta

Per 31 Maret 2021, total liabilitas ERAA tercatat meningkat menjadi Rp6,06 triliun dari Rp5,52 triliun per 31 Desember 2020.

Sedangkan, total ekuitas hingga akhir Maret 2021 sebesar Rp5,92 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi per akhir Desember 2020 yang senilai Rp5,69 triliun.