Pefindo Tetapkan Rating KAEF di Level Double A Minus dengan Outlook Negatif

ilustrasi

JAKARTA-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) maupun medium term notes (MTN) 2019 yang diterbitkannya pada level idAA-, serta MTN Syariah Mudharabah 2019 di level idAA-(sy)

Berdasarkan pemeringkatan Pefindo seperti dikutip di Jakarta, Senin (10/5), prospek KAEF kembali dipertahankan pada di posisi ‘Negatif’.

“Kami mempertahankan outlook ‘Negatif’ untuk mengantisipasi leverage keuangan dan.proteksi arus kas yang tidak mengalami perbaikan signifikan,” kata analis Pefindo, Agung Iskandar.

Dia menyebutkan, pada Kuartal I 2021, KAEF mendapatkan mandat dari pemerintah untuk mendistribusikan vaksin Gotong Royong dari Sinopharm untuk mempercepat proses vaksinasi lokal.

Pada akhir April 2021, KAEF mendapatkan kontrak pembelian vaksin Gotong Royong sebanyak 7,5 juta dosis dari Sinopharm.

Baca :  Pefindo: Bulan Depan Suku Bunga BI Turun 25 Bps, Hingga Akhir 2020 di Level 3,75%

“Namun kami belum sepenuhnya memasukkan program ini ke peringkat saat ini, karena program ini mungkin akan mengalami penundaan dalam prosesnya. Jika program ini berhasil, maka KAEF berpotensi menerima pendapatan dan keuntungan yang dapat memperbaiki leverage keuangan perusahaan,” papar Agung.

Perlu diketahui, obligor dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi (AAA) dan memiliki kemampuan yang sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia.

Sedangkan tanda minus (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan berada di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

Sementara itu, akhiran ‘sy’ memiliki makna bahwa peringkat mempersyaratkan pemenuhan prinsip syariah.

Baca :  Pefindo Bisa Turunkan Rating PTPP, Jika Utang Lebih Besar dari Proyeksi

Peringkat idAA- pada KAEF mencerminkan peran strategis perusahaan dalam menyediakan obat-obatan tertentu untuk kebutuhan nasional, posisi pasar Kimia Farma yang kuat di industri farmasi dan operasi bisnis yang terintegrasi.

Peringkat KAEF dibatasi oleh leverage keuangan yang tinggi dan proteksi arus kas yang lemah, serta marjin profitabilitas yang rendah.

Peringkat tersebut dapat diturunkan, jika leverage keuangan tetap tinggi dan proteksi arus kas tetap lemah dalam waktu dekat yang tidak sesuai dengan proyeksi.

Selain itu, peringkat KAEF bisa berada dalam tekanan, apabila marjin keuntungan semakin menurun akibat pelemahan nilai mata uang rupiah, mengingat sebagian besar bahan baku KAEF merupakan barang impor.

Peringkat juga akan berada dalam tekanan, jika pendapatan perseroan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

Baca :  Jatuh Tempo Tahun Ini, Pefindo Tetapkan Rating MTN TDPM di Level A-

Agung mengatakan, outlook KAEF akan direvisi menjadi ‘Stabil’, jika perusahaan dapat secara signifikan menurunkan tingkat utang yang akhirnya menyebabkan rasio leverage keuangan dan proteksi arus kas menjadi lebih baik.