PGAS Raih Kenaikan Laba Bersih Jadi USD61,57 Juta

Ilustrasi

JAKARTA- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) pada Kuartal I-2021 berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi sebesar USD61,57 juta dari USD47,77 juta pada kuartal pertama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan PGAS yang dikutip di Jakarta, Senin (3/5), selama tiga bulan pertama tahun ini perseroan justru mengalami penurunan pendapatan menjadi USD733,15 juta, dibandingkan dengan perolehan pendapatan di Kuartal I-2020 yang sebesar USD873,81 juta.

Namun, beban pokok pendapatan PGAS di Kuartal I-2021 lebih tercatat menurun menjadi USD531,66 juta dari USD586,75 juta di Kuartal I-2020.

Sehingga, laba bruto PGAS selama tiga bulan pertama tahun ini tercatat USD201,49 juta atau masih lebih rendah dibanding periode yang sama di 2020 sebesar USD287,06 juta.

Baca :  Laba EXCL di Kuartal Pertama Anjlok Jadi Rp320,51 Miliar

Pada Kuartal I-2021, laba operasi PGAS tercatat senilai USD 95,9 juta atau mengalami penurunan signifikan dibanding kuartal pertama setahun sebelumnya yang mencapai USD172,19 juta.

Pendapatan keuangan perseroan di kuartal pertama tahun ini menurun menjadi USD4,94 juta dari USD7,57 juta.

Sementara itu, beban keuangan PGAS di Kuartal I-2021 sebesar USD35,83 juta atau lebih rendah dibanding Kuartal I-2020 yang sebesar USD37,62 juta.

Tetapi pada tiga bulan pertama tahun ini, perseroan mampu membukukan laba selisih kurs sebesar USD8,92 juta, padahal di periode yang sama tahun lalu mengalami rugi selisih kurs mencapai USD63,21 juta.

Pada laporan keuangan PGAS Kuartal I-2021 untuk pos laba dari ventura lainnya tercatat USD30,36 juta atau jauh lebih besar dibanding periode yang sama di 2020 yang hanya senilai USD13,19 juta.

Baca :  Laba Bersih SRIL di 2020 Turun Jadi USD85,33 Juta

Dengan demikian, laba sebelum pajak yang dicatatkan PGAS untuk periode yang berakhir 31 Maret 2021 menjadi sebesar USD104,3 juta atau mengalami peningkatan dibanding periode yang sama di 2020 sebesar USD92,12 juta.

Dengan beban pajak penghasilan di Kuartal I-2021 yang sebesar USD27,24 juta, maka laba periode berjalan pada kuartal pertama tahun ini menjadi USD76,67 juta.

Dari jumlah laba ini, sebesar USD61,57 juta menjadi laba yang bisa diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Per 31 Maret 2021, PGAS mampu menekan jumlah liabilitas menjadi USD4,5 miliar dari posisi per 31 Desember 2020 yang sebesar USD4,58 miliar.

Sedangkan, total ekuitas perseroan hingga akhir Maret 2021 tercatat sebesar USD3,02 miliar atau lebih tinggi dibanding per akhir Desember 2020 yang senilai USD2,95 miliar.

Baca :  Kuartal I-2020, Laba Bersih BJTM Naik Jadi Rp439,28 Miliar