RUPS KLBF Setujui Total Dividen Sebesar Rp54 Per Saham

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp28 per saham,

JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp28 per saham, sebelumnya perseroan telah membagikan dividen interim dari laba bersih Tahun Buku 2020 senilai Rp26 per saham.

Menurut Direktur KLBF, Bernadus Karmin Winata, pada tahun lalu perseroan sudah membagikan dividen interim senilai Rp26 per saham yang bersumber dari laba bersih di sepanjang 2020.

“Pada RUPST hari ini telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp28 per saham,” kata Karmin di Jakarta, Kamis (27/5).

Dia menyebutkan, pada Juni 2020, KLBF telah membagikan dividen interim senilai Rp20 per saham dan pada Desember 2020 senilai Rp6 per saham.

Baca :  PRDA Bagikan Dividen Sebesar 60% Dari Laba Bersih 2020

Dengan demikian, total dividen yang dibagikan KLBF dari laba bersih 2020 mencapai Rp54 per saham.

Karmin menambahkan, pada RUPS hari ini juga menyetujui pengangkatan Mulia Lie dan Jos Iwan Atmadjaja sebagai direktur KLBF untuk menggantikan Bujung Nugroho dan Djonny Hartono Tjahyadi yang mengundurkan diri dari jajaran direksi perseroan.

Terkait proyeksi kinerja di tahun ini, Karmin mengungkapkan bahwa perseroan akan mengoreksi ke atas target pertumbuhan penjualan di sepanjang 2021 yang sebelumnya dipatok pada kisaran 5-6 persen (year-on-year).

“Perkiraan sementara (proyeksi pertumbuhan penjualan di 2021) sekitar 7-9 persen (y-o-y),” ungkap Karmin.

Sebagaimana diketahui, pada tahun lalu KLBF mencatatkan nilai penjualan sebesar Rp23,11 triliun atau lebih besar dibanding perolehan di 2019 yang senilai Rp22,63 triliun.

Baca :  Meski Kenaikan Laba 2021 di Bawah 10%, NIKL Niat Bagi Dividen Pada Tahun Depan

Namun, lanjut Karmin, rencana untuk mengoreksi target penjualan tersebut belum fixed.

“Sekarang kami sedang menghitung ulang,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur KLBF, Vidjongtius mengungkapkan, rencana untuk meng-upgrade proyeksi penjualan di 2021 tersebut sejalan dengan tren perbaikan ekonomi domestik maupun tingkat pertumbuhan ekonomi yang diprediksi akan lebih baik dibanding 2020.

“Secara umum (kinerja keuangan) kami di 2020 tercatat positif, walaupun pertumbuhan (penjualan) masih single digit sebesar Rp23,1 triliun. Tetapi, ada optimisme yang luar biasa akibat adanya tren pemulihan ekonomi di tahun ini,” papar Vidjongtius.

Guna mendukung kinerja keuangan di 2021, Karmin menambahkan bahwa pada tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1 triliun dan hingga akhir Kuartal I-2021 sudah terserap Rp110 miliar.

Baca :  TLKM Bagi Dividen Dari Laba 2019 Sebesar Rp15,26 Triliun

Seluruh dana capex tahun ini akan digunakan untuk maintenance dan renovasi sejumlah gudang.