SJR Apresiasi Langkah Menteri BUMN Alokasi 1000 Unit Pertashop Untuk Pesantren  

Ketua Umum Badan Pengurus Harian MES yang juga sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir dalam kegiatan sosialisasi Pertashop kepada pondok pesantren yang disaksikan oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, bersama lebih dari 50 pengurus Pondok Pesantren se-Jawa Tengah pada Kamis (30/4) di Pekalongan

JAKARTA-Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98, Sayed Junaidi Rizaldi (SJR) mengapresiasi langkah nyata Menteri BUMN, Erick Thohir yang mengalokasikan sebanyak 1000 unit pertashop tiap tahunnya khusus untuk pesantren.

“Kita sangat dukung terobosan Menteri Erick. Dia benar-benar seorang Menteri yang visioner,” ujar Sayed di Jakarta, Sabtu (1/5).Erick Thohir menyatakan kehadiran BUMN harus menjadi lokomotif penyeimbang ekonomi bail untuk pesantren maupun warga sekitar pesantren.

“Dalam rangka meningkatkan ekonomi ummat, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mengajak Pondok Pesantren untuk menjadikan Pertashop sebagai teman usaha yang menguntungkan”, ujar Ketua Umum Badan Pengurus Harian MES yang juga sebagai Menteri BUMN, Erick Thohir dalam kegiatan sosialisasi Pertashop kepada pondok pesantren yang disaksikan oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, bersama lebih dari 50 pengurus Pondok Pesantren se-Jawa Tengah pada Kamis (30/4) di Pekalongan.

Baca :  Tolak Korupsi, BTN Dukung Kerjasama BUMN-KPK

Erick saat itu didampingi Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Fanshurullah Asa.

Hadir pula Direktur Utama PT Pertamina Retail, Iin Febrian, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi, dan Executive General Manager Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Tengah, Sylvia Grace Yuvenna.

Tokoh yang biasa dipanggil SJR ini berharap terobosan Menteri BUMN ini memberi benefit yang sangat besar bagi ekonomi rakyat.

Hal ini sangat penting mengingat kondisi perekonomian Indonesia dan dunia tengah dilanda pandemic covid-19.

“Kita berharap program peningkatan dan penguatan kegiatan perekonomian kerakyatan seperti ini menjadi sebuah contoh yang juga diikuti lembaga negara lain untuk mempunyai program terkait,” tegas aktifis yang  menghabiskan masa kecil hingga remaja di kota Sungai Pakning Riau ini

Baca :  Soal Gurita Bisnis BUMN, PDIP: Gebuk Siapapun Yang Rugikan Negara