Bangga Buatan Indonesia, Ini 7 Jurus Genjot Pemanfaatan Alkes Dalam Negeri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (2/6)

JAKARTA-Pemerintah berkomitmen untuk mendorong percepatan pengembangan industri alat kesehatan (Alkes) dalam negeri.

Pemerintah percaya bahwa produsen dalam negeri mempunyai kapasitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Menurut data Kementerian Kesehatan, 358 jenis Alkes yang sudah diproduksi di dalam negeri, 79 jenis Alkes sudah mampu mensubstitusi/menggantikan produk impor untuk kebutuhan nasional, antara lain elektrokardiogram, implant ortopedi, nebulizer dan oximeter.

Hal ini membuktikan bahwa produsen Alkes dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik serta menggantikan produk impor.

“Berdasarkan data LKPP, untuk tahun anggaran 2021, jumlah pemesanan Alkes melalui E-Katalog, pesanan produk impor diketahui lima kali lebih besar senilai 12,5 triliun dibandingkan pesanan Alkes dalam negeri, senilai 2,9 triliun,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan pada Konferensi Pers Virtual Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Bidang Alat Kesehatan pada Selasa (15-06-2021).

Baca :  Berkualitas Buruk dan Mahal, 312 Akun Pedagang Daring Alkes Ditutup

Terdapat 5.462 Alkes impor yang sudah tersubstitusi produk dalam negeri sejenis dan akan dialihkan untuk belanja produk dalam negeri di E-Katalog.

“Valuasi dari substitusi Alkes impor mencapai 6,5 triliun,” papar Menko Luhut.

Menko Luhut melanjutkan, untuk mendukung pengembangan industri Alkes dalam negeri, Pemerintah akan melakukan Tujuh Langkah Strategis Peningkatan Ketersediaan Pasar untuk Produk Alkes Dalam Negeri yang terdiri atas:

Pertama, Keberpihakan pada PDN melalui belanja barang atau jasa pemerintah

Kedua, Peningkatan kapasitas produksi Alkes dalam negeri

Ketiga, Subsidi sertifikasi TKDN melalui dana PEN

Keempat, Skema insentif bagi investor Alkes dan farmasi

Kelima,  Peningkatan Alkes berteknologi tinggi berbasis riset.

Keenam, Kebijakan tenggat waktu untuk pembelian produk impor

Baca :  Pemerintah Tingkatkan Pasokan Obat-obatan dan Alkes di Masa PPKM Darurat

Ketujuh, Prioritas penayangan PDN di E-Katalog.

“Indonesia telah berubah sekarang, dan kita harus menjadi bagian dari perubahan itu. Jangan kita menghambat perubahan itu. Kita menghadapi masalah disana-sini, tapi kita sekarang bergerak maju, melakukan perubahan. Kita melakukan terobosan untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik,” pungkas Menko Luhut.

Alkes Dalam Negeri

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan permasalahan utama terkait penggunaan Alkes dalam negeri dan pengadaan Alkes impor adalah adanya rentang jenis yang sangat luas mulai dari Alkes sederhana sampai teknologi tinggi dan memiliki bahan baku yang sangat beragam.

Selain itu, bahan baku dengan spesifikasi medical grade belum banyak tersedia di dalam negeri.

Baca :  Model Bisnis UKM Harus Optimalkan Teknologi