BI NTT Terus Genjot UMKM Lokal

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) I Nyoman Ariawan Atmaja

LABUAN BAJO-Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan akan terus berupaya untuk menggerakan roda perekonomian di masa pandemi COVID-19 dengan membangkitkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut I Nyoman, pihaknya telah melakukan beberapa langkah untuk memberi edukasi, sosialisasi, dan membangun kapabilitas UMKM antara lain melalui BI-YES (Young Entrepreneur School) bagi para pelaku UMKM yang berminat untuk membangun usahanya, dan juga kelas online seputar produksi, packaging, sampai bagaimana masuk kedunia digital.

Selain itu, pihaknya juga membantu membuka akses bagi UMKM ke penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP), agar para UMKM bisa mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Baca :  Peluang Ekonomi Hijau dan Digital Bagi Indonesia Sangat Besar

KUR ini merupakan suatu program pemerintah yang sangat mudah dan sangat murah.

“Tentunya, kami Bank Indonesia bekerjasama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), serta pihak lainnya termasuk pemerintah daerah terus berupaya menyediakan ekosistem yang kuat, sehingga teman-teman dari kelompok pertanian, peternakan, perikanan, dan sebagainya di sektor UMKM bisa langsung mengakses KUR,” kata I Nyoman Ariawan Atmaja saat ditemui InfoPublik pada acara puncak Bangga Buatan Indonesia-Kilau Digital Permata Flobamora di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Jumat (18/06/2021).

Berdasarkan data dari BPS, lanjut I Nyoman Ariawan, pihaknya mencatat ada 437.000 UMKM di NTT.

Dari jumlah tersebut, jumlah UMKM yang sudah akses ke perbankan baru sekitar 130.000-an.

Baca :  Subsidi Listrik PLN, Langkah Tepat Jaga Daya Beli Masyarakat

“Nah ini yang harus kita dorong lagi sisanya sehingga mereka punya akses kepada lembaga keuangan baik itu perbankan maupun non perbankan,” tegasnya.

Ditambahkannya, BI KPw NTT juga mendorong pembayaran transaksi ekonomi semuanya terdigitalisasi.

Transaksi ekonomi yang dimaksud antara lain:

Pertama adalah elektronifikasi transaksi pemerintah.

Kedua, adalah dunia usaha, khususnya UMKM.

“UMKM targetnya tahun ini bisa mencapai 69.000 QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sekarang baru tercapai 35.800 QRIS. Kita genjot dengan teman-teman PJSP termasuk BPD Bank NTT. Bahkan bagi usaha mikro dalam memperoleh QRIS tidak dikenakan biaya. Jadi ini beberapa hal yang kita lakukan sehingga teman-teman UMKM bisa lebih akselerasi lagi,” ujarnya.

Baca :  Said: Potensi Ekonomi Domestik Kuat, Indonesia Tak Akan Resesi

Terkait dengan pertumbuhan kredit di NTT, I Nyoman Ariawan menjelaskan bahwan target tahun ini sudah ditetapkan oleh OJK yang punya ranah pertumbuhan kredit.

“Tetapi kalau pertumbuhan kredit kepada UMKM itu adalah Bank Indonesia. Kita targetkan tahun ini kredit bagi UMKM bisa tumbuh sebesar 16 hingga 19 persen,” pungkasnya.