Ekonom: UU Cipta Kerja Jadi Karpet Merah Bagi Investor

Ekonom UGM, Sri Adiningsih

JAKARTA-Ekonom Senior Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Adiningsih menegaskan  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja  (Undang-Undang Cipta Kerja) bisa mengundang investor ke Indonesia.

“Bahwa Undang Undang Cipta Kerja itu memang red carpet untuk investor dunia usaha Indonesia. Dari peraturan dan turunanya, saya lihat sudah ada nampaknya,” kata Sri dalam acara Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) yang bertajuk “Strategi Indonesia Menggaet Investor” Senin (14/6/2021).

Namun demikian, jelas dia, masih ada tantangan yang harus dihadapi mulai dari Undang- Undang, Perpres dan Peraturan Pemerintah.

Salah satunya adalah menyatukan paradigma dan pemikiran di tingkat pusat hingga ke daerah bahwa UU Cipta kerja mendukung investasi di Indonesia.

Baca :  Bahlil: Rp 700 Triliun FDI Antri Masuk Indonesia

Ia pun berharap perubahan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi bisa menyelesaikan segala permasalahan yang ada, termasuk permasalahan perijinan di dunia usaha.

Selain itu, terkait fiskal pun diharapkan tidak membuat investasi di dunia usaha menjadi lebih berat.

Untuk di negara ASEAN, pajak di Indonesia tidak terlalu rendah dan masih terbilang cukup tinggi.

Padahal, pajak masih menjadi persaingan dan pertimbangan para investor untuk berinvestasi di Tanah Air.

“Mudah- mudahan Pemerintah yang akan melakukan reformasi perpajakan ini jangan sampai membuat investasi dunia usaha malah bebannya semakin berat,” ujar dia.

Selain itu, Indonesia pun harus bisa memanfaatkan kerjasama ekonomi yang sudah dilakukan dengan berbagai negara.

Baca :  Jokowi: Kalau Ada Investor Datang, Tutup Mata Tanda Tangan Secepat-Cepatnya

“Itu merupakan salah satu pintu masuk untuk bisa menarik investor masuk ke Indonesia,” papar dia.

Salah satunya adalah memanfaatkan dan mensinergikan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) dan ITPC (Indonesian Investmen Promotion Center).

IIPC merupakan perwakilan resmi Kementerian Investasi di luar negeri yang bertugas mempromosikan investasi Indonesia ke para calon investor di luar negeri.

Sedangkan ITPC unsur pelaksana teknis yang merupakan bagian dari perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang membidangi Perdagangan Luar Negeri Indonesia.

“Nah ini adalah sebenarnya juga salah satu (cara) untuk menggaet investor. Selain diplomat kita, itu juga ada Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) dan ITPC (Indonesian Trade Promotion Center),” terang dia.