IHSG Berpotensi Melemah di Awal Pekan, Cermati Saham Pilihan Analis

Indeks Harga Saham Gabungan
Ilustrasi

JAKARTA-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berpotensi untuk berbalik terkoreksi, meski di akhir pekan lalu mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,25 persen pada level 6.022.

Menurut analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya di Jakarta, Senin (28/6), sejauh ini pergerakan IHSG masih terlihat betah berada dalam fase konsolidasi wajar, karena minimnya sentimen positif yang dapat mendorong kenaikan IHSG.

Dia menyebutkan, saat ini IHSG memiliki rentang support-resistance di level 5.913-6.123.

“Hingga menjelang berakhirnya semester pertama tahun ini, para investor asing belum terlihat mencatatkan pertumbuhan capital inflow secara signifikan,” ucap William.

William menyatakan, pergerakan IHSG yang tertahan di fase konsolidasi juga dipengaruhi oleh lambatnya perputaran ekonomi domestik, sehingga peluang penurunan indeks terlihat lebih besar daripada potensi kenaikannya.

Baca :  OJK: Perbaikan di Masa Pandemi Terkatrol Program Vaksinasi dan Stimulus Ekonomi

“Hari ini IHSG berpotensi untuk bergerak melemah,” katanya.

Dengan demikian, jelas dia, adanya potensi pelemahan pada laju IHSG di perdagangan awal pekan ini seharusnya bisa disikapi oleh para investor dengan mengakumulasi pembelian saham ITMG, SMGR, GGRM, TLKM, HMSP, PWON, SCMA dan AKRA.

Sementara itu, hasil riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal menguat terbatas yang ditopang oleh sentimen positif dari kebijakan fiskal dan moneter di AS maupun sentimen domestik terkait kebijakan anggaran pemerintah.

Pilarmas Sekuritas menyebutkan bahwa kebijakan fiskal yang digulirkan Presiden AS, Joe Biden berpotensi untuk mendorong kenaikan tingkat suku bunga The Fed pada Kuartal IV-2022, dengan asumsi adanya penurunan pembelian obligasi di pasar mulai Kuartal I-2022.

Baca :  Meski Ada Serangan Covid-19, BKPM: Minat Usaha Tetap Tumbuh

Dengan demikian, kondisi tersebut akan lebih cepat memulihkan perekonomian AS dan berdampak pada kenaikan harga saham di market Asia.

Sedangkan, sentimen positif bagi IHSG yang bersumber dari dalam negeri ada pada kebijakan fiskal yang sudah direalisasikan pemerintah.

“Kami melihat pemulihan ekonomi di tahun ini sangat bergantung pada realisasi anggaran. Rendahnya reaisasi anggaran dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai dapat memberikan tekanan pada pertumbuhan ekonomi di Semester II-2021”.

Maka, hasil riset Pilarmas Sekuritas memperkirakan bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan di awal pekan ini berpeluang untuk berbalik arah menguat.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang untuk bergerak menguat terbatas dan d-itradingkan pada level 5.971-6.083.

Baca :  Said Abdullah: Perlunya Kebijakan Antisipasi Sektor Pasar Keuangan

Untuk itu, Pilarmas Sekuritas merekomendasikan agar para investor bisa memanfaatkan potensi technical rebound pada laju IHSG tersebut dengan mengakumulasi pembelian saham SCMA, PSAB, INKP dan PGAS.