Indonesia Kejar 30 Juta UMKM Go Digital Hingga 2024

Menteri Koperasi UKM Teten Masduki

BANDUNG-Pemerintah menargetkan 30 juta Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM) digitalisasi hingga 2024.

Menteri Koperasi UKM Teten Masduki menyebut perlu 6 juta UMKM masuk digital per tahun guna target itu terealisasi.

“Kita punya target sampai 2024 UMKM on boarding di digital 30 juta. Saat ini per Mei (baru) 13,5 juta atau 21 persen. 21 persen kalau 13,5 juta dan 3 tahun (lagi untuk) 30 juta ini kan rata-rata 6 juta per tahun,” ucap Teten saat berdiskusi dengan pelaku start up di Tahura, Bandung, Sabtu (12/6/2021).

Teten menuturkan di Indonesia saat ini usaha yang dirintis masyarakat kebanyakan usaha mikro.

Penjualan pun paling efektif melalui media sosial.

Baca :  BI Rilis Ketentuan Pelaksanaan Kebijakan Perluasan Insentif Pelonggaran GWM

Menurut Teten perlu inovasi untuk mengembangkan UMKM dalam negeri agar bisa bersaing. Salah satunya dengan digitalisasi tersebut.

Oleh karena itu, di hadapan para pelaku startup, Teten mengajak untuk membantu proses digitalisasi.

“Tadi kan luar biasa nih teman-teman ini yang saya ingin ada kolaborasi membantu usaha mikro yang paling banyak on boarding,” kata dia.

Teten mengatakan dengan sisa waktu yang sedikit, cukup berat bagi pemerintah merealisasikan target tersebut. Sehingga, perlu adanya kolaborasi antar pihak.

“Kebanyakan kan mikro. Kalau kecil menengah satu juta, yang mikronya 96 persen. Mikro ini ada kaitan kapasitas terbatas, produk tidak memiliki daya saing butuh kurasi, agregasi. Mungkin lebih banyak di medsos. Tadi sudah banyak aplikasi yang bisa membantu jualan di medsos, distribusi pembayaran, logistik dan sistem,” tutur dia.

Baca :  UMKM Kuliner Diberi Pelatihan Pemasaran Digital

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Fiki Satari mengungkap pemerintah mencanangkan program digitalisasi untuk mendorong peningkatan daya saing UMKM.

Program ini menargetkan 30 juta pelaku UMKM untuk masuk dalam ekosistem digital pada tahun 2024.

Kendati menjadi tantangan yang tak mudah, dia mengatakan program ini harus tetap dilaksanakan demi perbaikan struktur ekonomi nasional yang didominasi oleh sektor usaha tersebut.

Fiki pun menjelaskan, jumlah UMKM yang sudah onboarding di ekosistem digital saat ini baru mencapai 19% atau sekitar 12 juta UMKM.

Menurutnya, jumlah ini relatif lebih besar jika dibanding tahun 2020 lalu yang masih di angka 13% atau sekitar 8 juta UMKM.

Baca :  Anggaran Penataan Puncak Waringin Tahap II Sebesar Rp 22 Miliar

“Tidak hanya disrupsi akibat pandemi, tetapi disrupsi teknologi mengharuskan UMKM go digital. Jadi mohon dukungan dari seluruh komponen untuk mendigitalisasi UMKM. Nah, ini fokus utama transformasi UMKM di Kemenkop UKM,” kata Fiki dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6/2021).