Kantor Dagang Hong Kong Jajaki Peluang Bisnis Work Over Well Service

Kin-Wai Law (Dirjen Hong Kong Economic And Trade Office), Ricky Cheng (Deputy Director of Hong Kong Economic and Trade Office), Eddy Hidayat Lim (Komisaris Utama Ginting Jaya Energi Tbk) dan Jimmy Hidayat (Direktur Utama Ginting Jaya Energi Tbk) berfoto bersama usai pertemuan

PALEMBANG-Hong Kong Economic And Trade Office (HKETO) atau Kantor Dagang & Ekonomi Hong Kong mengadakan pertemuan dengan pengusaha APINDO Sumatera Selatan, Selasa (15/6).

Pertemuan ini sebagai langkah penjajakan peluang investasi dan kerjasama.

Salah satu yang tengah dilirik adalah sektor Workover dan Well Services yang dapat meningkatkan produktivitas sumur minyak existing.

Dalam pertemuan tersebut Direktur Utama Ginting Jaya Energi Tbk Jimmy Hidayat meyampaikan potensi dan peluang bisnis workover dan well services.

“Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan ini terbilang sangat rendah serta kepastian untuk mendapatkan minyaknya pun jauh lebih tinggi. Hal ini dikarenakan pekerjaan Work Over (pengerjaan ulang) dan Well Services (perawatan sumur) dilakukan pada sumur sumur lapangan mature existing sudah ada,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (16/6).

Baca :  Ada "Jaminan" Dari Apindo Dana Repatriasi Masuk Rp700 Triliun

Menurutnya hal ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mencapai target lifting minyak sebanyak 1 juta barel.

Apalagi saat ini harga minyak internasional sudah menyentuh USD 70/barrels, sehingga sangat dibutuhkan peningkatan produksi minyak dalam negeri.

“Perawatan dan pengerjaan ulang sumur minyak merupakan langkah strategis dibanding impor minyak yang sudah pasti menghabiskan devisa negara,” tambahnya.

Adapun pada 2021, Ginting Jaya Energi Tbk menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp250 miliar di Pertamina Grup.

Kontrak baru yang tengah dibidik korporasi saat ini adalah pengerjaan ulang dan perawatan sumur di blok Rokan yang pada Agustus tahun ini dikelola Pertamina.

Senada, Komisaris Utama  Ginting Jaya Energi Tbk Eddy Hidayat Lim mengatakan saat ini demand Work Over & Well Services cukup tinggi karena di indonesia banyak sekali lapangan lapangan migas tua yg sudah mature.

Baca :  Dilantik Jadi Kepala BKPM, Franky Janjikan Integrasi Perijinan

“Selama sumur sumur minyak tersebut  masih di eksploitasi, aktivitas WOWS berupa Pengerjaan ulang Sumur ( Work Over) & Perawatan sumur (Well Services) akan selalu dibutuhkan. Karena WOWS & EOR merupakan salah satu Solusi strategis peningkatan lifting migas nasional,” ujar Eddy.

Untuk mendukung capaian target produksi minyak nasional tahun 2021, SKK Migas dan KKKS telah berkomitmen untuk melakukan 616 pemboran sumur pengembangan, 615 workover dan 26.431 well service.

Realisasi pada kuartal-I, telah dilakukan 76 pemboran sumur pengembangan, 143 workover dan 5.478 well service.