Kemendag Fasilitasi Penandatanganan MoU Ekspor Beras ke Arab Saudi

Penandatanganan MoU antara Battlah Cooperation Muhammad Husein dan PT Sang Hyang Seri (Persero) untuk kerja sama pembelian beras ini - Dok. Kemenlu

JEDDAH- Indonesia siap mengekspor beras ke Arab Saudi.

Peluang ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) kerja sama ekspor beras antara badan usaha milik negara (BUMN) PT Sang Hyang Seri (SHS) dan perusahaan Al Batlah di Arab Saudi.

Penandatanganan MoU tersebut merupakan hasil fasilitasi Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah bersinergi dengan Konsulat
Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama SHS Karyawan Gunarso dan General Manager Al Batlah Muhammad Husein di kantor KJRI di Jeddah, Senin (14/6).

Acara ini disaksikan langsung oleh Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono dan Direktur Komersial PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Frans Tambunan.

PT RNI sendiri merupakan Holding BUMN Pangan Indonesia.

Kepala ITPC Jeddah Muhammad Rivai Abbas menyampaikan, saat pasar global sedang lemah akibat pandemi, ITPC Jeddah mempersiapkan produk-produk Indonesia untuk diekspor ke Arab Saudi.

“Masa pandemi Covid-19 saat ini justru menjadi waktu yang tepat untuk mempersiapkan produk-produk Indonesia ke pasar Arab Saudi. Mudah-mudahan tahun depan jemaah umrah dan haji sudah bisa beribadah ke Arab Saudi, dan saat itu terjadi beras Indonesia sudah tersedia di sini,” jelasnya.

Baca :  Bersiap Menghadapi Tahun Kantong Kosong 2021

“Kesiapan stok pangan dari Indonesia dapat memberikan kenyamanan beribadah saat jemaah dari Indonesia sudah kembali mengunjungi Arab Saudi,” ungkap Rivai.

Menurut Rivai, beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia.

Dengan banyaknya masyarakat Indonesia berdomisili di Arab Saudi ditambah jemaah haji dan umroh asal Indonesia yang kesehariannya mengonsumsi nasi, maka masuknya beras asal Indonesia ke Arab Saudi dalam kondisi pandemi ini merupakan prestasi yang membahagiakan.

Konjen Eko Hartono mengatakan, ekspor beras ke Arab Saudi akan membantu memenuhi kebutuhan pokok jemaah haji dan umroh asal Indonesia.

“Penandatanganan MoU ini adalah langkah yang sangat baik. Dengan beras di pasaran, kami berharap jemaah haji dan umroh bisa mengonsumsi makanan yang berasal dari Indonesia. Salah satu tantangan ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi adalah penetapan harga. Semoga dengan kesepakatan harga dari SHS, Al Batlah bisa segera mengimpor dari Indonesia,” kata Konjen Eko dalam sambutannya, Senin (14/6).

Sementara itu, Direktur RNI Frans Tambunan menyambut baik kerja sama ini dan berharap produkproduk pangan di luar beras akan segera menyusul ekspor ke Arab Saudi.

Baca :  Erick Thohir Angkat Dirut Food Station Arief Prasetyo Adi Jadi Dirut PT RNI

Ia mengatakan, BUMN Indonesia memiliki beragam produk pangan yang potensial untuk pasar Arab Saudi seperti produk-produk hasil perikanan.

Karyawan Gunarso dari SHS menyambut baik kerja sama ini dan sangat optimistis ekspor beras akan berjalan lancar.

SHS memiliki lahan seluas 3000 hektare dan lahan tambahan seluas 10.000 hektare yang mampu menghasilkan kurang lebih 25.000 ton beras per tahun.

SHS dan Al Batlah sepakat mempelajari profil bisnis dan melakukan studi bersama untuk
merealisasikan berbagai kerja sama ekspor produk Indonesia selanjutnya.

“Kami harap dari ekspor beras ini akan berlanjut ke rencana jangka panjang yang membuka peluang ekspor produk-produk hortikultura lainnya dan berbagai kerja sama investasi dengan para pengusaha Arab Saudi di masa mendatang,” ujarnya.

“Kami berkomitmen menjaga produksi beras baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. SHS juga memiliki varian produk lainnya yang dapat diekspor seperti ikan, daging, dan produk hortikultura,” jelas Karyawan.

Muhammad Husein dari Al Batlah berterima kasih atas fasilitasi yang diberikan Kepala ITPC Jeddah.

Baca :  Erick Thohir Angkat Dirut Food Station Arief Prasetyo Adi Jadi Dirut PT RNI

Husein juga akan mengawal tahap berikutnya yaitu menyiapkan draf untuk commercial agreement dan memantau pengiriman produk sebagai realisasi MoU.

Menurutnya, MoU ekspor beras ini merupakan kerja sama awal untuk mengekspor berbagai komoditas andalan Indonesia ke pasar Arab Saudi seperti kakao dan rempah-rempah.

“Kami berkomitmen untuk membeli produk beras Indonesia dan produk-produk Indonesia lainnya seperti kakao dan rempah-rempah selama kualitas dan harganya kompetitif,” ujar Husein.

Berdasarkan data TradeMap 2020, negara pengekspor beras terbesar ke Arab Saudi adalah India dengan nilai USD 1,1 miliar, diikuti Amerika Serikat (USD 120 juta), Pakistan (USD 105 juta), dan Thailand (USD 25 juta).

Sekilas tentang SHS dan Al Batlah

SHS adalah perusahaan BUMN di bidang pertanian, khususnya penyediaan benih. SHS juga bergerak dalam penyediaan sarana produksi pertanian, pengolahan hasil pertanian, serta penelitian dan pengembangan.

Sedangkan Al Batlah adalah perusahaan Arab Saudi yang selama ini menyuplai barang ke pabrik-pabrik di Arab Saudi.

Kini Al Batlah berniat melakukan ekspansi bisnis, dimulai dari impor produk pangan untuk pasar Arab Saudi.