MERK Tebar Dividen Rp54,6 Miliar atau Setara Rp122 Per Saham

Ilustrasi

JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Merck Tbk (MERK) menyetujui rencana pembagian dividen tunai sebesar Rp54,6 miliar atau setara dengan Rp122 per saham yang berasal dari laba bersih perseroan di sepanjang 2020.

“Rapat Pemegang Saham Tahunan menyetujui pembagian dividen untuk Tahun Buku 2020 sebesar Rp54,6 miliar atau senilai Rp122 per saham,” kata Corporate Secretary MERK, Melisa Sandrianti usai RUPST MERK di Jakarta, Rabu (16/6). Pembagian dividen akan dilakukan pada 13 Juli 2021.

Berdasarkan laporan keuangan MERK untuk periode yang berakhir 31 Desember 2020, laba bersih perseroan tercatat senilai Rp71,9 miliar atau lebih rendah dibanding 2019 yang sebesar Rp78,26 miliar.

Baca :  Fitch: Besaran Capex Emiten Telko Tetap Tinggi di Tengah Rivalitas Ketat

Sedangkan, total pendapatan di 2020 sebesar Rp655,85 miliar atau mengalami penurunan dibanding setahun sebelumnya yang mencapai Rp744,63 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur MERK, Evie Yulin, secara umum pasar obat-obatan resep di 2020 mengalami penurunan hingga 9,8 persen (year-on-year).

“Tetapi, Merck bisa bertumbuh hingga 2 persen, karena di 2020 banyak orang yang lebih aware terhadap penyakit, terutama bagi yang komorbid,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, realisasi penjualan obat-obatan resep di sepanjang 2020 mencapai Rp482 miliar.

“Produk ini memberikan berkontribusi yang paling besar (73 persen) terhadap total pendapatan kami untuk tahun lalu,” kata Evie.

Evie memperkirakan, pada tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan mencapai 3 persen (y-o-y).

Baca :  Realisasi Anggaran Kemenkeu Hingga Juni 2021 Capai Rp24,79 Triliun

“Angka ini sepertinya kecil, tetapi ini akan lebih tinggi dari market yang diperkirakan minus 1,9 persen (y-o-y),” ujar Evie.

Sedangkan, laba bersih di 2021 diperkirakan akan lebih besar dari 3 persen.

Guna dapat mencapai target pertumbuhan pendapatan di 2021, lanjut Evie, MERK akan melakukan reviewing business yang fokus pada tiga aspek.

“Kami akan konsentrasi terkait simplicity, accountability dan yang ketiga adalah execution,” imbuhnya.

Perlu diketahui, pada Kuartal I-2021, MERK mampu mencatatkan laba bersih mencapai Rp53,32 miliar atau bertumbuh sebesar 51 persen (y-o-y).

Sedangkan, total pendapatan selama tiga bulan pertama tahun ini sebesar Rp253,36 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 56 persen (y-o-y).

Baca :  Presiden Jokowi Minta Seluruh K/L Percepat Belanja Modal

Sementara itu, menurut Direktur Plant MERK, Arryo A Wachjuwidajat, pada tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar EUR3,3 juta yang sumber dananya berasal dari kas internal.

Anggaran ini akan dimanfaatkan MERK untuk modernisasi dan peremajaan fasilitas produksi, serta penerapan digitalisasi pada fasilitas produksi.