Neraca Perdagangan Mei 2021 Surplus Rp33,8 Triliun

Suasana aktivitas bongkar muatan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara

JAKARTA-Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan neraca perdagangan pada Mei 2021 menunjukkan surplus sebesar US$ 2,36 miliar (sekitar Rp33,8 triliun).

Menurut Mendag surplus bulanan tersebut merupakan yang tertinggi pada 2021 dan menunjukkan terus menguatnya kinerja perdagangan Indonesia.

“Kinerja perdagangan di awal tahun 2021 terus menunjukan penguatan. Ini ditandai dengan neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus sampai bulan Mei,” ujar Mendag dalam keterangan resmi di Jakarta Rabu Malam (16/6/2021).

Dia menjelaskan surplus perdagangan Mei 2021 disumbang surplus neraca nonmigas sebesar US$3,49 miliar (sekitar Rp50 triliun) dan defisit neraca migas US$ 1,13 miliar (sekitar Rp16,2 triliun).

Sedangkan secara kumulatif, kata dia, surplus neraca perdagangan dari Januari-Mei 2021 surplus US$10,17 miliar (sekitar Rp145,9 triliun) dan melampaui surplus perdagangan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$4,18 miliar (sekitar Rp60 triliun).

Baca :  Impor Baja Turun 34%, Produksinya Melonjak 30%

“Surplus perdagangan Januari-Mei 2021 merupakan surplus perdagangan awal tahun terbesar selama 10 tahun terakhir atau sejak 2012,” imbuh Mendag.

Lebih lanjut Mendag menjelaskan surplus perdagangan Mei disumbang oleh negara mitra dagang utama, yaitu Amerika Serikat (AS), Filipina, dan India dengan kontribusi sebesar US$1,72 miliar (Sekitar Rp24,6 triliun).

Di sisi lain, transaksi perdagangan dengan Tiongkok, Australia, dan Singapura justeru menunjukkan angka defisit, yang akumulasinya mencapai US$1,09 Miliar (Rp15,6 triliun).