Pefindo Tetapkan Rating Bio Farma di Level Triple A dengan Prospek Stabil

Pefindo Tetapkan Rating Subdebt BJBR Senilai Rp1 Triliun di Level Single A
ilustrasi

JAKARTA-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAAA (Triple A) kepada induk holding farmasi BUMN, PT Bio Farma (Persero) maupun medium term notes (MTN) yang akan jatuh tempo pada Agustus 2021.

Menurut analis Pefindo, Qorri Aina dalam keterangan pers dilansir di Jakarta, Kamis (24/6), peringkat idAAA disematkan kepada Bio Farma sebagai perusahaan.

Selain itu, peringkat yang sama juga diberikan untuk MTN 2018 senilai Rp125 miliar yang akan jatuh tempo pada 31 Agustus 2021.

Peringkat idAAA juga diberikan untuk MTN Syariah Mudharabah 2018 yang diterbitkan Bio Farma sebesar Rp325 miliar, dengan tanggal jatuh tempo pada 24 Agustus 2021.

Sedangkan, prospek Bio Farma sebagai perusahaan ditetapkan pada level Stabil. Adapun peringkat tersebut berlaku selama periode 21 Juni-31 Agustus 2021.

Baca :  Pefindo Tetapkan Rating TINS di Level Single A dengan Outlook Stabil

“Perusahaan (Bio Farma) berencana untuk melunasi obligasi yang akan jatuh tempo dengan menggunakan fasilitas kredit dari sektor perbankan,” kata Qorri.

Dia menjelaskan, Efek utang dengan peringkat idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo.

Sehingga, obligor yang memiliki peringkat tersebut memiliki kemampuan superior untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas Efek utang yang dimilikinya.

Sementara itu, akhiran (sy) pada peringkat MTN Syariah Mudharabah yang diterbitkan Bio Farma itu memiliki makna bahwa rating telah memenuhi persyaratan dalam pemenuhan prinsip syariah.

Qorri menyampaikan, sebagai satu-satunya produsen vaksin milik Indonesia, Bio Farma fokus pada pengembangan riset dan teknologi vaksin, melakukan penelitian vaksin baru untuk memastikan ketersediaan produk, serta memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia maupun dunia.

Baca :  Pefindo Upgrade Peringkat SMGR dan Obligasinya Jadi Double A Plus

Bio Farma memasok semua jenis vaksin untuk Program Vaksinasi Nasional Indonesia dan memiliki kontrak jangka panjang dalam memasok produk ke berbagai negara melalui UNICEF.

Saat ini, sebanyak 15 jenis vaksin Bio Farma telah menerima prakualifikasi dari WHO.

Lebih lanjut Qorri menyampaikan, pada 2020 Bio Farma ditunjuk sebagai induk dari BUMN farmasi, sehingga menjadi pemegang saham pengendali (PSP) atas PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) dan PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF).