Pemerintah Optimis Target Investasi Tercapai

Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi, Ricky Kusmayadi dalam acara diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Senin (14/06/2021)

JAKARTA-Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membukukan realisasi investasi. Secara kumulatif, pencapaian realisasi investasi tahun 2020 (Januari-Desember) berhasil mencapai Rp826,3 triliun atau 101,1 persen dari target Rp817,2 triliun.

Sepanjang 2020, realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp413,5 triliun (50,1 persen), sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp412,8 triliun (49,9 persen).

Perolehan pada tahun 2020 tersebut mampu menyerap hingga 1.156.361 TKI dengan total 153.349 proyek investasi.

Meskipun kondisi perekonomian nasional sempat mengalami kontraksi akibat pandemi COVID-19, target investasi tahun 2020 sebesar Rp817,2 triliun bisa tercapai.

Ada kenaikan sekitar Rp9 triliun. PMDN berkontribusi lebih besar dibandingkan PMA.

Di era pandemi COVID-19, peran PMDN sangat luar biasa sebagai benteng pertahanan realisasi investasi.

Baca :  UU Cipta Kerja dan Sektor Pariwisata Sebagai Akselerator PEN

Jadi BKPM tidak hanya urus investor asing saja.

Lima tahun terakhir investasi kita sudah mulai berimbang antara PMA dengan PMDN.

“Memang kalau kita melihat kondisi dari tahun lalu, dimana kita mulai COVID-19, dimana semua negara-negara di dunia mengalami hal yang sama, stagnasi pertumbuhan ekonomi, dan tentunya salah satunya di bidang investasi. Nah, tapi bisa lihat kenyataan, bahwasannya kita masih tetap bisa tumbuh investasinya sebesar 101 persen,” kata Direktur Pengembangan Promosi Kementerian Investasi, Ricky Kusmayadi dalam acara diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) pada Senin (14/06/2021).

“Nah memang, itu adalah merupakan tanda bahwasannya Indonesia masih dipercaya, baik oleh penanam modal di dalam negeri maupun penanam modal dari luar negeri,” ujarnya.

Baca :  Minta Masukan Bappenas, DPD Susun RUU Investasi Daerah

Hingga saat ini, lanjut Ricky, negara yang masih mendominasi investasi di Indonesia adalah Singapura, karena memang Singapura menjadi hub financial sector dan juga hub Foreign Direct Investment (FDI) di kawasan.

Kemudian ada Hongkong dan Tiongkok (RRT).

“Tingkok, yang sebelumnya masih di luar lima besar, dalam 2-3 tiga tahun terakhir makin meningkat investasinya dan msuk lima besar PMA di Indonesia,” ujar Ricky.

Ia menambahkan, ke depan perlu ada strategi yang lebih atraktif untuk meningkatkan investasi.

Tentunya, dengan adanya UU Cipta Kerja akan menjadi sebuah poin bagi Indonesia untuk bisa meningkatkan investasi.

Pada 2021, realisasi investasi triwulan I tahun 2021 mencapai Rp219,7 triliun.

Angka ini berkontribusi sebesar 25,5 persen terhadap target nasional sebesar Rp900 triliun.

Baca :  Presiden: PTSP Tetap Dievaluasi Meskipun Investasi Tumbuh 17,8%

Beberapa poin penting capaian realisasi investasi Triwulan I adalah:

Pertama,  realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat 11,7 persen dibandingkan dengan 2020 pada periode yang sama,

Kedua, industri manufaktur mendominasi capaian realisasi investasi yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; industri makanan; dan industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain,

Ketiga,  Negara Swiss dalam pertama kalinya masuk peringkat ke-5 besar PMA tertinggi sebagai kontributor FDI di Indonesia, Bahlil menambahkan.

Pertumbuhan Investasi

Pertumbuhan investasi PMDN pada Triwulan I Tahun 2021 meningkat sebesar 4,2 persen, dari Rp 103,6 triliun di Triwulan IV Tahun 2020 menjadi Rp 108,0 triliun di Triwulan I Tahun 2021.