Pemerintah Terus Mengamankan Ketersediaan Vaksin COVID-19

Sebanyak 10.000.000 dosis vaksin COVID-19 dalam bentuk bulk asal perusahaan Sinovac Biotech Ltd, Tingkok telah tiba di tanah air. Vaksin yang kerap dikenal Sinovac ini tiba 12.37 WIB di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Banten, pada Minggu (20/6/2021).

JAKARTA-Sebanyak 10.000.000 dosis vaksin COVID-19 dalam bentuk bulk asal perusahaan Sinovac Biotech Ltd, Tingkok telah tiba di tanah air.

Vaksin yang kerap dikenal Sinovac ini tiba 12.37 WIB di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Banten, pada Minggu (20/6/2021).

Berdasarkan pantuan media ini, kedatangan vaksin di atas, akan menggunakan Maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA891.

Vaksin tersebut akan dikemas ke dalam lima kontainer jenis RAP E2 menggunakan dua truk flatbad.

Kedatangan vaksin kali ini, menambah jumlah vaksin yang telah dimiliki oleh pemerintah secara signifikan dengan total keseluruhan mencapai 104.728.400 dosis.

Jumlah tersebut, merupakan akumulasi dari vaksin yang telah diterima dalam bentuk bulk dan bentuk jadi.

Baca :  Sambut 2021, Presiden: Indonesia Mampu Bangkit

Secara lebih terperinci hingga saat ini, Indonesia per hari ini telah menerima vaksin merek Sinovac sebanyak 94.500.000 dosis, AstraZeneca sebanyak 8.228.400 dosis, dan Sinopharm sebanyak 2.000.000 dosis.

Pada kedatangan vaksin kali ini, disambut oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Oscar Primadi.

Dalam keterangan pers dia mengatakan, kedatangan vaksin Sinovac sebanyak 10 juta pada hari ini sebagai bentuk komitmen pemerintah menangani pandemi.

Dengan begitu, penanganan COVID-19 di dalam negeri dapat dilakukan secara optimal melalui vaksinasi yang dilakukan secara gencar dalam beberapa waktu ke depan.

Sesuai dengan target vaksinasi yang membutubkan sebanyak 426,8 juta dosis vaksin.

“Tentunya pemerintah selalu hadir dalam rangka mengamankan sekitar 426,8 juta dosis vaksin COVID-19 untuk masyarakat,” kata Oscar Primadi.

Baca :  Vaksin COVID-19 Tahap Keempat Tiba di Tanah Air

Menurut dia, proses mendapatkan vaksin ini, didapatkan melalui skema kerja sama bilateral yang melibatkan kolaborasi dari berbagai instansi pemerintah pada beberapa yang waktu lalu secara intensif.

Sehingga, vaksin Sinovac berhasil didatangkan oleh pemerintah.

Harapannya, dengan kedatangan vaksin ini dapat menjamin keberlangsungan kegiatan vaksinasi massal COVID-19 yang tengah gencar dilakukan oleh berbagai pihak.

Dengan begitu, target-target penanganan COVID-19 yang telah direncanakan dapat sesuai dengan rencana.

“Kita terus berupaya untuk dapat melakukan distribusi dan melakukan vaksinasi program vaksinasi ini agar terus berjalan ke depan,” imbuhnya.