PT Pelita Samudera Shipping Tbk Bagi Dividen Tunai Rp 43,3 Miliar

PT Pelita Samudera Shipping Tbk

JAKARTA-PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) menggunakan 2,97 juta Dollar AS dari total laba bersih sebagai dividen tunai atau setara Rp 43,3 Miliar.

Dus nilai dividen per saham Rp 8.

Corporate Secretary PT Pelita Samudera Shipping Tbk, Imelda Agustina Kiagoes menjelaskan pembayaran dividen ini adalah yang kelima sejak Perseroan mencatatkan saham perdananya di Desember 2017.

“Total dividen sebesar Rp8 per saham mencerminkan 35% dari laba bersih 2020 atau sebesar 2,97 juta dollar AS (setara Rp43,3 miliar),” jelasnya.

Sementara, sebesar 421 ribu dollar AS (setara Rp6,1 miliar) atau 5% disisihkan untuk dana cadangan Perseroan.

Sisa Laba bersih tahun berjalan sebesar 5,04 juta dollar AS atau 60% dicatat sebagai laba yang ditahan Perseroan.

Dia mengatakan PT Pelita Samudera Shipping Tbk telah melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang mana seluruh agenda disetujui oleh para pemegang saham.

Pertama, para pemegang saham menyetujui Laporan Tahunan Perseroan 2020 dengan kinerja yang solid dan bertumbuh tangguh di 2020 di tengah pandemi COVID-19.

Perseroan fokus pada diversifikasi bisnis komoditas angkut multi kargo, ekspansi bisnis pasar potensial termasuk internasional dan mengoptimalkan utilisasi aset.

Baca :  IHSG Anjlok, 18 Dapen BUMN Diajak Masuk Pasar Saham

Perseroan juga telah menyetujui hasil Audit laporan keuangan tahun buku 2020 yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Independen Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan (firma anggota jaringan global Pricewaterhouse Coopers).

Untuk Tahun Buku 2021, Perseroan akan mendelegasikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk KAP yang terdaftar di OJK dengan kriteria sesuai ketentuan yang berlaku.

Penetapan gaji dan tunjangan serta penghasilan lainnya bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris juga mendapatkan persetujuan pemegang saham.

Sebagai bagian dari peningkatan target ekspansi bisnis ke pasar internasional, Rapat juga menyetujui penambahan Anggota Dewan Komisaris, yakni dengan mengangkat Loh Niap Juan sebagai Anggota Dewan Komisaris yang baru.

Loh Niap Juan merupakan Chief Corporate Officer dari IMC Group Singapura, bagian dari IMC Group Corporate Strategy untuk investasi portfolio, governance dan manajemen.

Sebagai praktisi strategi korporasi logistik dan keuangan yang handal, Niap menambah keberagaman komposisi 4 anggota Dewan Komisaris yang dipimpin oleh Komisaris Utama Independen, Hamid Awaluddin, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kabinet Indonesia Bersatu.

Baca :  Fed Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Strategi ekspansi armada adalah target Perseroan yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir.

Langkah ini membuat total Aset perusahaan  mengalami peningkatan signifikan sebesar 46% per 31 Maret 2021 di US$148,8 juta dibandingkan US$101,8 juta per 31 Desember 2017.

Untuk mendukung rencana pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan, Rapat juga menyetujui fasilitas pinjaman jangka panjang sebesar 13,9 juta dollar AS (setara Rp200 miliar) dengan tenor sampai dengan empat (4) tahun untuk pendanaan jangka panjang dari Bank Permata Indonesia.

Pinjaman jangka panjang ini bagian dari strategi ekspansi armada berkelanjutan, salah satunya untuk pembelian tiga set Kapal Tunda (Tugboat) dan Tongkang.

Pada kuartal I/2021, Perseroan telah melakukan pembelian 2 unit Tugboat, dan telah memberikan  hasil positif.

Segmen Kapal Tunda & Tongkang (T&B) menyumbang Pendapatan Usaha tertinggi sebesar US$8,7 juta pada pada akhir Kuartal 1-2021, termasuk kenaikan sangat signifikan sebesar 1708% pada Pendapatan Sewa Berjangka (Time Charter Revenue) menjadi US$2,3 juta dari USD125 ribu periode yang sama tahun lalu.

Baca :  IHSG Berpotensi Teruskan Tren Naik, Koleksi Saham Pilihan Analis

Penambahan armada tugboat ini sejalan dengan target diversifikasi bisnis Perseroan, segmen T&B berhasil mendapatkan kontrak baru dan ekspansi ke pengangkutan bauksit pada kuartal I di area Kalimantan Barat, disamping pengangkutan komoditas nikel dan batubara.

Target diversifikasi multi kargo transport selain batubara adalah 29%, yakni dari segmen Kapal Curah besar (MV) sekitar 17%, dan segmen T&B sebesar 12%.

Sebagai agenda terakhir dalam rapat tahunan adalah menyetujui pembelian kembali saham Perseroan (Buyback) dengan jumlah sebanyak–‐banyaknya 300 juta lembar saham atau 5,5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, akan dilakukan secara bertahap terhitung sejak 17 Juni 2021 – 16 Juni 2022.

Direktur Utama, Iriawan “Alex” Ibarat mengatakan, ‘’Buyback didasari atas arus Kas Perseroan yang melebihi jumlah diperlukan dalam mempertahankan peningkatan dan pertumbuhan, tingkat kewajiban hutang (leverage) yang baik serta bertujuan untuk meningkatkan laba per saham, fleksibilitas lebih besar dalam mengelola modal jangka panjang.
“Juga mencapai struktur permodalan yang efisien serta pengembalian Return on Equity secara berkelanjutan,” imbuhnya.