Reformasi dan Konsolidasi Fiskal untuk Menjaga Keberlanjutan Fiskal

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Webinar “Kebijakan Pemerintah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid 19”, Selasa (15/06).

JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan pemerintah akan melakukan reformasi dan konsolidasi fiskal untuk menjaga keberlanjutan fiskal jangka menengah-panjang.

Reformasi di bidang fiskal dilakukan dari sisi peningkatan pendapatan negara, belanja negara, dan pembiayaan yang inovatif.

“Kami di dalam mengelola dan mendukung ekonomi, berbagai langkah perlu dilakukan untuk menguatkan APBN yaitu reformasi di bidang perpajakan. Bagaimana membangun rezim pajak yang sehat, adil, dan kompetitif,” kata Menkeu dalam Webinar “Kebijakan Pemerintah, Peluang, Tantangan, dan Kepemimpinan di Masa dan Pasca Pandemi Covid 19”, Selasa (15/06).

Selain reformasi di bidang perpajakan, peningkatan pendapatan negara dilakukan dengan optimalisasi pengelolaan aset dan inovasi layanan yang makin baik, serta membangun tata kelola dan bisnis proses yang sederhana dan lebih kuat.

Baca :  Tingkatkan Efektivitas PPKM, Presiden Instruksikan Pendekatan Berbasis Mikro

Di sisi belanja negara, pemerintah akan menguatkan spending better dengan penerapan zero based budgeting melalui efisiensi belanja kebutuhan dasar, fokus pada program prioritas, berorientasi pada hasil (result based), dan daya tahan (automatic stabilizer).

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan subsidi yang tepat sasaran dan terintegrasi, efektivitas perlindungan sosial dengan akurasi data dan integrasi, penguatan desentralisasi fiskal dan quality control transfer dana ke daerah.

“Untuk belanja, banyak sekali Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan berbagai temuan yang pasti sangat banyak membantu kami sebagai bendahara negara untuk menyampaikan kepada kementerian lembaga untuk memperbaiki kualitas belanja,” ujar Menkeu.

Sedangkan, pembiayaan inovatif dilakukan dengan pengelolaan utang yang prudent dan sustainable, mendorong efektivitas pembiayaan investasi, dan menggunakan Sovereign Wealth Fund (SWF) dan Special Mission Vehicle (SMV) secara saling mendukung sehingga APBN menjadi lebih kuat dan penggunaan anggaran menjadi lebih tepat.

Baca :  Terus Bangkit Atau Gulung Tikar?