Reformasi Struktural Kunci Pemulihan Ekonomi Indonesia dan APEC

Menperin, Airlangga Hartarto

JAKARTA-Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan reformasi struktural menjadi kunci pemulihan ekonomi Indonesia dan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).

Hal ini menjadi agenda Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Structural Reform Ministerial Meeting (SRMM) / Pertemuan Tingkat Menteri Reformasi Struktural APEC ke-3.

Ada sejumlah isu yang dibahas dalam pertemuan ini meliputi peningkatan efisiensi birokrasi, kemudahan berusaha, peningkatan kepastian hukum, peningkatan kualitas regulasi.

Selain itu, juga hambatan-hambatan struktural yang selama ini menjadi salah satu faktor utama ekonomi berbiaya tinggi (high-cost economy), serta berimplikasi pada rendahnya daya saing satu ekonomi dalam perdagangan dan investasi.

Pertemuan ini dipimpin oleh Hon. David Clark, Minister of Commerce and Consumer Affairs New Zealand ini dihadiri oleh perwakilan dari 21 negara anggota APEC.

Baca :  Penanaman Modal Industri Manufaktur Berkontribusi Hingga Rp104,6 Triliun

Forum ini bertujuan untuk melakukan review Agenda Reformasi Struktural APEC tahun 2015-2020 dan mendukung Agenda 5 tahun ke depan.

Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung 4 (empat) pilar Reformasi Struktural 5 tahun ke depan (2021-2025) yaitu:

Pertama, menciptakan lingkungan pasar yang terbuka, transparan dan kompetitif.

Kedua, meningkatkan pemulihan bisnis dan ketahanan terhadap guncangan ke depan.

Ketiga, memastikan semua golongan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap kesempatan yang lebih inklusif pertumbuhan berkelanjutan dan kesejahteraan.

Keempat, memanfaatkan inovasi, teknologi baru, dan pengembangan keeahlian untuk meningkatkan produktifitas dan digitalisasi.

“Dalam pertemuan ini, saya beserta para Menteri APEC lainnya telah menyepakati untuk bekerja sama dalam Agenda Reformasi Struktural baru yang mendukung pemulihan ekonomi paska pandemi dan mendorong reformasi yang berfokus pada pertumbuhan inklusif, kuat, berkelanjutan, dan ramah inovasi,”  terang Menko Airlangga Hartarto saat menghadiri acara virtual pada Rabu (16/06) di Jakarta.

Baca :  Realisasi PEN Hingga 10 September 2021 Capai Rp377,5 Triliun

Dalam pertemuan tersebut, Menko Perekonomian bersama para Menteri/Ketua Delegasi APEC lainnya mendukung 3 (tiga) dokumen yaitu:

Pertama, Ministerial Statement, 3rd Structural Reform Ministerial Meeting.

Kedua, Summary of Enhanced APEC Agenda for Structural Reform (EAASR).

Ketiga, Third APEC Ease of Doing Business (EoDB) Action Plan.