Tergerus Kenaikan Nilai Beban, Rugi SURE di 2020 Capai Rp19,57 Miliar

Penghentian sementara perdagangan saham TIRA terbatas pada upaya untuk melakukan cooling down
ILustrasi

JAKARTA-Meski di sepanjang 2020 PT Super Energy Tbk (SURE) mampu meningkatkan jumlah pendapatan usaha dibanding setahun sebelumnya, namun pada tahun perseroan justru mencatatkan rugi bersih sebesar Rp19,57 miliar.

Pada 2019, SURE masih bisa mencatatkan laba bersih senilai Rp8,61 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan SURE yang dipublikasi di Jakarta, Selasa (15/6), pada tahun lalu perseroan mampu meraup pendapatan usaha sebesar Rp335,56 miliar atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan raihan di 2019 yang senilai Rp291,63 miliar.

Namun, sepanjang tahun lalu jumlah beban pokok pendapatan yang dicatat SURE mengalami peningkatan menjadi Rp219,81 miliar dari Rp158,65 miliar di 2019.

Sehingga, laba bruto pada tahun lalu hanya senilai Rp115,74 miliar atau mengalami penurunan dibanding 2019 yang sebesar Rp132,98 miliar.

Baca :  TRIN Siapkan Rp20 Miliar Untuk Buyback

Pada 2020, SURE juga mengalami kenaikan jumlah beban umum dan administrasi menjadi Rp81,65 miliar dari Rp76,49 miliar di 2019.

Penurunan kinerja keuangan juga terjadi pada perolehan jumlah laba selisih kurs dan penghasilan lain di 2020 yang hanya senilai Rp7,67 miliar, padahal di 2019 mampu meraih Rp14,54 miliar.

Dengan demikian, laba usaha SURE di sepanjang 2020 hanya senilai Rp41,76 miliar atau menurun dibandingkan dengan laba usaha di 2019 yang sebesar Rp71,02 miliar.

Akibat beban keuangan SURE di 2020 yang meningkat menjadi Rp72,51 miliar dari Rp55,63 miliar di 2019, maka pada tahun lalu perseroan mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp33,75 miliar.

Padahal, setahun sebelumnya perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp15,39 miliar.

Baca :  Tiga Investor Institusi Kompak Lepas 42,07 Juta Saham BOSS

Tetapi, pada tahun lalu SURE bisa meraih manfaat pajak penghasilan (neto) sebesar Rp8,06 miliar, dibanding tahun lalu mencatatkan beban pajak penghasilan senilai Rp6,57 miliar.

Sepanjang 2020, SURE tercatat mengalami rugi tahun berjalan mencapai Rp22,52 miliar, padahal di 2019 mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp8,62 miliar.

Adapun rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2020 adalah sebesar Rp19,57 miliar.

Per 31 Desember 2020, SURE mampu menekan jumlah liabilitas menjadi Rp489,61 miliar dari posisi per 31 Desember 2019 yang mencapai Rp786,29 miliar.

Sedangkan, total ekuitas SURE per akhir Maret 2020 tercatat melambung menjadi Rp604,32 miliar dari Rp123,67 miliar per akhir Desember 2019.

Baca :  RUPS SMGR Sepakat Bagi Dividen Rp239,22 Miliar dan Angkat Rudiantara Jadi Komut

Menurut Direktur Utama SURE, Agustus Sani Nugroho dalam penjelasannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan liabilitas hingga sebesar 38 persen tersebut karena adanya pembayaran pinjaman kepada pihak ketiga sebesar Rp602,8 miliar.

Selain itu, karena adanya kenaikan nilai surat utang jangka menengah sebesar Rp306 miliar.