WSKT Minta Pemerintah Ikut Dukung Pendanaan Proyek Infrastruktur Perseroan

PT Waskita Karya

JAKARTA-PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) meminta agar pemerintah ikut mendukung pendanaan proyek infrastruktur yang dilakukan perseroan, lantaran sejauh ini Waskita Karya mengambil porsi sebagai investor maupun kontraktor dalam penyelesaian proyek jalan tol.

Berdasarkan siaran pers Waskita Karya yang dikutip di Jakarta, Kamis (17/6), Direktur WSKT, Hadjar Seti Adji mengatakan bahwa perlu peran dari pemerintah untuk mendukung investor maupun kontraktor dalam memenuhi pendanaan proyek-proyek infrastruktur strategis nasional.

Saat pemaparan dalam acara Manulife Aset Manajemen Indonesia-IDX Channel Investment Forum bertajuk “Struktur Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia”, Rabu (16/6), Hadjar menyampaikan bahwa WSKT memiliki peran sentral dalam menyelesaikan lebih dari 1.300 kilometer jalan tol sejak 2014.

Baca :  WSKT dan TGRA Sepakat Bangun Proyek EBT Senilai Rp12,5 Triliun

“Untuk menyelesaikan jalan tol, Waskita mengambil porsi sebagai investor dan juga kontraktor. Kami mengerjakan lebih dari 25 ruas, dengan nilai lebih dari Rp180 triliun. Sebagian besar sudah beroperasi dan sebagian lagi dalam proses konstruksi,” ungkap Hadjar.

Selain jalan tol, lanjut Hadjar, Waskita juga berkontribusi melalui pembangunan 12 bendungan besar, seperti Bendungan Raknamo dan Bendungan Way Sekampung, serta pembangunan transmisi listrik 500 KV yang membentang sepanjang lebih dari 600 kilometer di Pulau Sumatera.

Menurut Hadjar, WSKT memanfaatkan pendanaan dari perbankan, pasar modal hingga skema pendanaan kreatif untuk mendukung penyelesaian proyek, seperti Pendanaan Infrastruktur Non-Anggaran (PINA), sekuritisasi aset dan bahkan divestasi ruas tol.

Baca :  Hari Air Dunia 2020, PUPR Ajak Milenial Jadi Duta Konservasi Air

Hadjar mengeluhkan, sejauh ini tantangan terbesar WSKT dalam pembangunan proyek infrastruktur adalah masalah pendanaan.

“Potensi yang ada masih sangat besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, namun pengembang infrastruktur seperti Waskita akan membutuhkan dukungan pendanaan dengan biaya yang kompetitif,” papar Hadjar.

Hadjar meminta agar pemerintah bisa memaksimalkan peran Indonesia Investment Authority (INA) dalam pendanaan proyek, baik dalam bentuk ekuitas maupun pinjaman.

“INA yang mempunyai kapasitas pendanaan besar, memiliki potensi untuk mendanai proyek brownfield maupun greenfield,” ucapnya.

Dalam siaran persnya, WSKT mengaku bahwa saat ini perseroan sedang melakukan diskusi dengan INA dalam rangka program divestasi ruas tol yang merupakan investasi milik Waskita Karya.

Baca :  Evaluasi Anggaran, Kementan Sediakan Rp700 Miliar untuk Tangani Covid-19