Dilemhanaskan Saja, Taslim: Mensos Risma Jangan Bersandiwara

Risma tidak perlu bersandiwara terus dalam melaksanakan tugasnya.
Hermawi Taslim saat bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor Tahun 2019.

JAKARTA-Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau panggilannya Risma sebaiknya diLemhannaskan saja untuk menjadikan dirinya sebagai negarawan bijak yang mengerti geopolitik dan geostrategi Indonesia.

Jika Risma sudah pernah ikut pendidikan Lemhannas, pernyataannya terkait dengan Papua sungguh amat disayangkan.

Demikian ditegaskan oleh advokat seniro Hermawi Taslim yang juga Waktetum DPP Persaudaraan Penasehat Hukum Indonesia (Peradi Pergerakan) di Jakarta, Selasa (13/07/2021).

Pernyataan Taslim itu merupakan respon kepada Risma atas pernyataannya akan memindahkan para ASN di Balai Wyata Guna, Bandung yang bekerja tidak becus ke Papua.

Menurut Taslim, Risma harus sekolah dulu ke Lemhannas sebelum memindahkan para ASN di Balai Wyata Guna ke Papua.

Baca :  Forkoma PMKRI Apresiasi dan Dukung Sikap Tegas TNI

Dia harus tahu dampak dari kata-kata yang diucapkannya.

Sebagai pejabat, Risma harus tahu geopolitik dan geostrategi Indonesia sehingga bisa melihat berbagai persoalan yang ada saat ini dari kacamata wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara.

“Dari caranya memberi teguran serta mengaitkan antara kemarahan terhadap ASN yang tidak becus bekerja dengan Papua sungguh menegaskan siapa Risma sebenarnya. Risma bukan negarawan tapi tukang omel,” terangnya.

“Dia harus paham, semua orang sudah capai dengan kondisi pandemi sekarang ini tetapi sebagai pejabat, Risma harus tahu dia berdiri di mana dan sebagai apa. Masing-masing daerah mempunyai caranya sendiri dalam berkomunikasi dan berbudaya. Jadi kalau mau marah, marah saja tidak perlu mengaiatkan dengan berbagai hal yang sebenarnya tidak perlu diucapkan,” tegas Taslim.

Baca :  Dari Samosir, Toba: Vandiko Menjadi Role Model Milenial

Herawi Taslim yang juga Wasekjen DPP Partai Nasdem mengingatkan, Risma tidak perlu bersandiwara terus dalam melaksanakan tugasnya.

Budaya bekerja yang seperti itu, masih menurut Taslim, mungkin bisa diterapkan di tempat yang lama.

Namun sekarang pada saat semua orang tertekan karena pandemi, budaya kerja di tempat yang lama tidak perlu dibawa-bawa.

Apalagi, tegas Taslim, Risma mengkaitkan dengan mempunyai kewenangan memindahkan ASD ke pulau lain.

“Memindahkan ASN ke Papua itu bisa banyak artinya. Artinya yang pertama adalah, ASN yang tidak becus itu bisa dipindahkan ke tempat yang jauh dan Papua adalah tempat yang jauh jika dari Bandung. Namun itu juga bisa diartikan bahwa, Papua adalah tempat pembuangan bagi ASN yang tidak bekerja dengan baik. Lha ke tempat atau daerah lain emang tidak ada meski tidak sejauh Papua? “ urai Taslim lebih jauh.

Baca :  PMKRI Ambon: Tuntaskan Laporan PMKRI Hingga ke Pengadilan

“Kalau di kantor yang lama, mungkin tidak menjadi masalah Risma bersikap marah-marah seperti itu. Tetapi ini khan situasi dan kondisinya sangat berbeda. Ditanyakan saja, mengapa ASN itu tidak bekerja membantu yang lain. Itu lebih bijaksana. Risma menampar wajah Pak Joko Widodo yang selama ini menekankan, penugasan ASN ke daerah lain bisa setiap saat dan bagian dari pengabdian,” tuntas Hermawi Taslim.