Fitch: PPKM Darurat Tekan Kinerja AMRT, MPPA dan HERO di Kuartal Ketiga

PPKM Darurat
Ilustrasi

JAKARTA-Pemberlakuan kebijakan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali dalam upaya menekan peningkatan jumlah kasus Covid-19 akan menghambat pemulihan kinerja keuangan perusahaan ritel grosir, seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan PT Hero Supermarket Tbk (HERO).

Perkiraan tersebut disampaikan oleh analis PT Fitch Ratings Indonesia, Ilham Kurniawan di Jakarta, Senin (5/7).

“Kami percaya kerugian (perusahaan ritel grosir) akan tergantikan pada Kuartal IV-2021, karena ada percepatan pendistribusian vaksin Covid-19,” kata Ilham.

Menurut Ilham, perbaikan kinerja keuangan perusahaan ritel grosir akan dibatasi oleh pemberlakuan PPKM Darurat selama periode 3-20 Juli 2021, menyusul peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang setiap hari memecahkan rekor kasus positif.

Baca :  Said Abdullah: Perlu Skenario Terburuk, Bila Pandemi Covid19 Berlangsung Lama

Dia menyebutkan, penerapan PPKM Darurat membatasi pergerakan masyarakat secara lebih ketat, karena pekerja di sektor non esensial harus bekerja dari rumah (WfH).

“Tidak ada batasan jam buka apotek, sementara toko ritel yang menjual kebutuhan sehari-hari hanya beroperasi hingga pukul 20.00. Pusat perbelanjaan ditutup, tetapi supermarket dan hypermarket di dalam mal masih diizinkan beroperasi,” ujarnya.

Selain itu, restoran hanya bisa melayani pesanan untuk dibawa pulang atau pesan antar.

“Pembatasan pergerakan masyarakat akan menekan sektor ritel untuk sementara. Fitch memperkirakan penjualan ritel nasional melemah di Kuartal III-2021, padahal sempat membaik pada April dan Mei 2021, masing-masing bertumbuh 15,6 persen dan 12,9 persen (year-on-year)” ujar Ilham.

Baca :  Penerbangan Jakarta-Bali Pilot Project Pemeriksaan Sertifikat Vaksinasi dan Hasil Tes PCR Digital

Meski demikian, kata Ilham, Fitch meyakini bahwa percepatan program vaksinasi akan mendukung peningkatan penjualan ritel di Kuartal IV-2021 dan berpotensi untuk mengkompensasi kerugian pada kuartal sebelumnya.

“Kami berharap operator minimarket, seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk lebih siap menghadapi pembatasan baru. Jaringan gerai perseroan yang luas, dengan lebih dari 17.500 gerai terkonsolidasi secara nasional yang sebesar 69 persen di antaranya berlokasi di Jawa akan semakin mudah diakses bagi mereka yang tinggal di rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” paparnya.

Sementara itu, lanjut dia, operator supermarket atau hypermarket, seperti MPPA dan HERO akan lebih rentan, karena sebagian besar toko terletak di dalam pusat perbelanjaan.

Baca :  HERO Berencana Ubah Lima Gerai Giant Jadi IKEA

“Kami mengharapkan pengecer modern untuk mengadopsi beberapa kemampuan online, tetapi tidak secara besar-besaran. Bisnis online ritel grosir sebagian besar akan dilakukan melalui aplikasi pihak ketiga yang memiliki platform logistik dan pengiriman yang lebih mapan, yang dapat melayani pengiriman dalam jumlah besar,” tutur Ilham.