Fitch: Tren Kenaikan Jumlah Penerbitan Sukuk Global Berlanjut di Paruh Kedua 2021

pertumbuhan penerbitan sukuk global selama Kuartal II-2021 didukung oleh peningkatan minat investor untuk menempatkan modal di instrumen suku, adanya kebutuhan refinancing dan diversifikasi pendanaan yang dilakukan oleh emiten.
ilustrasi

JAKARTA-Fitch Ratings (Dubai Branch) memperkirakan bahwa penerbitan sukuk global akan melanjutkan tren kenaikan, setelah mengalami pertumbuhan yang kuat di sepanjang Kuartal II-2021.

Proyeksi tersebut dikatakan oleh Senior Director and Global Head of Islamic Finance Fitch Ratings (Dubai Branch), Bashar Al Natoor dalam laporan Non-Rating Action Commentary yang dikirim melalui surat elektronik, Kamis (15/7).

Bashar mengungkapkan, pertumbuhan penerbitan sukuk global selama Kuartal II-2021 didukung oleh peningkatan minat investor untuk menempatkan modal di instrumen suku, adanya kebutuhan refinancing dan diversifikasi pendanaan yang dilakukan oleh emiten.

“Pola musiman akan mempengaruhi penerbitan sukuk secara triwulanan. Setelah liburan musim panas, penerbitan sukuk global diperkirakan akan meningkat di sisa tahun 2021 dan seterusnya,” papar Bashar.

Baca :  Pengamat Ini Dukung Jonan Jadi Dirut Garuda

Dia menyebutkan, aktivitas penerbitan sukuk global mengalami peningkatan di Kuartal II-2021, dibandingkan dengan Kuartal I-2021 yang lebih lambat.

Pertumbuhan penerbitan sukuk global tersebut ditopang oleh penerbitan yang dilakukan perusahaan minyak di Arab Saudi, penerbitan di Indonesia, Turki dan Oman.

Secara umum, lanjut Bashar, pertumbuhan tersebut didorong oleh keputusan sejumlah emiten sukuk yang ingin mendiversifikasi pendanaan perusahaan dan pemanfaatan suku bunga rendah di tengah berlanjutnya defisit fiskal maupun kondisi ekonomi yang tetap menantang.

Selama Kuartal II-2021, kata dia, nilai emisi sukuk global yang beredar mencapai USD754,1 miliar atau mengalami peningkatan mencapai 5 persen dibandingkan dengan nilai outstanding di Kuartal I-2021.

“Penerbitan sukuk global dengan tenor lebih dari 18 bulan di kawasan Gulf Coopertion Council, Malaysia, Indonesia, Turki dan Pakistan meningkat sebesar 136 persen (quarter-on-quarter) mencapai USD23,4 miliar pada Kuartal II-2021,” papar Bashar.

Baca :  Perbaiki Kondisi Keuangan, GIAA Siap Terbitkan OWK Rp8,5 Triliun

Sementara itu, volume sukuk beredar yang diperingkat oleh Fitch memiliki nilai outstanding sebesar USD131 miliar yang sebanyak 80 persen berada pada level Investment grade.

Sedangkan, volume sukuk gagal bayar jumlahnya tetap kecil, yakni 0,27 persen dari sukuk bruto yang diterbitkan hingga saat ini, termasuk sukuk gagal bayar pada 2021 oleh PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).