Hari ini, Laju IHSG Diprediksi Kembali Tertekan

saat ini candle shooting star terdeteksi pada chart harian IHSG dan kemungkinan menjadi indikasi bahwa laju indeks mendekati fase akhir dari rally wave [iii]
Ilustrasi

JAKARTA-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali tertekan, setelah kemarin ditutup melemah sebesar 1,09 persen ke level 6.012.

Menurut analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, secara tecknikal laju IHSG telah gagal gagal breakout upper bollinger bands dan membawa pergerakan harga saham kembali uji level psikologis di posisi Moving Average 50 hari (MA50) dan bullish trend line di kisaran 5.980-6.000.

“Indikator Stochastic dan RSI memberikan pergerakan momentum bearish yang terkonsolidasi pada area middle oscillator. Sehingga secara teknikal, IHSG berpotensi kembali tertekan menguji MA50 dan bullish trendline, dengan support-resistance 5980-6052,” katanya di Jakarta, Rabu (14/7).

Baca :  IHSG Diprediksi Berbalik Melemah, Mainkan Saham Pilihan Analis

Dengan demikian, jelas Lanjar, pergerakan IHSG yang akan kembali tertekan di perdagangan hari ini semestinya bisa direspons oleh para investor dengan mengoleksi saham AKRA, BBRI, JPFA, JSMR, KLBF, LSIP, MEDC, SMRA dan UNVR.

Perkiraan yang sama disampaikan oleh analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya yang menyebutkan bahwa laju IHSG berpotensi tertahan dalam pola pergerakan yang tertekan.

Adapun rentang support-resistance IHSG berada di level 5.913-6.123.

“Perkembangan dari pergerakan IHSG masih terlihat akan berada dalam kondisi tertekan. Secara umum, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi jangka panjang, karenakan masih minimnya sentimen positif yang dapat mem-booster kenaikan IHSG,” papar William.

Lebih lanjut William mengatakan, sejauh ini capital inflow belum terlihat akan bertumbuh signifikan dan ditambah lagi dengan kondisi perekonomian yang melambat, sehingga akan menjadi tantangan pula bagi IHSG untuk bergerak menguat.

Baca :  Dana dari Pasar Modal Capai Rp 90 Triliun di Tahun 2016

“Hari ini IHSG berpotensi berada dalam tekanan,” tegasnya.

Maka, kata dia, pergerakan IHSG yang berada dalam kondisi tertekan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan oleh para investor dengan mengakumulasi pembelian saham ICBP, BBRI, JSMR, AKRA, HMSP, UNVR dan LSIP.