Hotman Paris dan Babeh Aldo, Dapat Dimintai Pertanggungjawaban Pidana Selain dr. Lois Owen

Hotman Paris Hutapea maupun Babeh Aldo, layak dimintai pertanggungjawaban pidana bersama dr. Lois Owen
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus

JAKARTA-Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus menilai konten Akun YouTube milik Hotman ParisHutapea dan Babe Aldo, diduga telah memenuhi unsur-unsur pidana dalam pasal 28 dan pasal 45A UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE, jo pasal 14 UU No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

 

Karena itu, baik Hotman Paris Hutapea maupun Babeh Aldo, layak dimintai pertanggungjawaban pidana bersama dr. Lois Owen.

 

 

Seperti diketahui, dunia Maya kembali dikejutkan oleh Peristiwa “beredar video rekaman video youtube, hasil wawancara Dokter Lois Owien”, di Chanel Akun YouTube BBA maupun di Akun YouTube Hotman Paris.

 

Konon dalam waktu singkat telah ditonton jutaan orang.

Baca :  Petrus: Tangkap dan Tahan Rizieq Shihab Cs di Rutan

 

Menurut Petrus, sejumlah narasi dan diksi dari Dokter Lois Owien, dapat dikualifikasi sebagai Tindak Pidana penyebaran berita bohong.

 

Bahkan narasi yang disampaikan menyesatkan yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau rasa permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu atau antar golongan.

 

Karena itu, jika mengacu kepada ketentuan pasal 45A jo. pasal 28 UU ITE jo. pasal 14 UU Nomor : 1 Tahun 1946, Tentang Peraturan Hukum Pidanamaka pilihan diksi dan narasi dr. Lois Owen, dalam wawancara yang direkam dan diedarkan melalui Akun YouTube Hotman Paris maupun Babeh Aldo, termasuk konten yang tidak layak disebarkan

 

Bahkan sebagai perbuatan yang dilarang UU ITE.

 

Baca :  Pencekalan Pengacara Lucas Pintu Masuk Bongkar Jaringan Mafia Peradilan

Untuk itu, Bareskrim Polri tidak boleh hanya memeriksa, menjerat dan menjadikan dr. Lois Owen sebagai tersangka.

 

Tetapi juga Hotman Paris Hutapea dan Babe Aldo patut dimintai pertanggungjawaban pidana.

Hal Ini sesuai pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 1 Tahun 1946 Tentang Hukum Pidana, jo. pasal 55 KUHP, yaitu bersama-sama menyiarkan berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

 

Sejumlah Diksi dan Narasi yang digunakan dalam wawancara di Chanel Hotman Paris Hutapea dan Babe Aldo, antara lain,

 

  1. Korban meninggal karena interaksi obat-obatan;

 

  1. Rumah sakit penuh karena orang-orang stres;

 

  1. Tidak percaya corona, PCR, Rapid Test sebagai alat setan;
Baca :  Presiden Dapat Berhentikan Anies Baswedan

 

  1. Pandemi lucu lucuan;

 

  1. Tujuannya jualan vaksin dan obat;

 

  1. Menganggap diri sebagai penyebar kebenaran;

 

  1. Stop pake alat-alat setan dan stop beri obat-obat;

 

  1. Masker sebagai selembar kain kotor dari kain kotor untuk pelindung negeri.

 

Hotman Paris dan Babeh Aldo, seharusnya patut menduga bahwa tujuan dr. Lois Owen menyampaikan pandangannya melalui rekaman video pada Akun YouTube Hotman Paris dan Babeh Aldo, adalah untuk membangun ketidakpercayaan publik kepada upaya Pemerintah ketika Pemerintah sedang giat mencegah dan mengobati pasien Covid-19, dan untuk menimbulkan frustasi sosial di kalangan masyarakat.

 

“Dan saya kira, Hotmat Paris dan Babeh Aldo layak dimintai pertanggungjawaban pidana,” tutup Advokat PERADI ini.