IHSG Siap Bertahan di Zona Hijau, Cermati Saham Rekomendasi Analis

IHSG telah berhasil melewati garis downtrend resistance dan ditutup sedikit berada di bawah level resistance 6.299
Ilustrasi

JAKARTA-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bertahan di zona hijau, setelah kemarin ditutup menguat 0,61 persen ke level 5.985.

Menurut analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, sejauh ini pergerakan IHSG masih bersifat technical rebound, sehingga laju indeks tetap berpotensi untuk melanjutkan proses kenaikan. IHSG memiliki rentang support-resistance di level 5.913-6.123.

“Proses kenaikan masih mungkin dapat terjadi, mengingat IHSG terlihat cukup kuat menjaga level support terdekatnya,” kata William di Jakarta, Kamis (1/7).

Dia mengatakan, menjelang pengumuman data inflasi yang disinyalir masih berada dalam kondisi terkendali, tentunya akan memberikan sentimen positif bagi laju IHSG.

“Hari ini IHSG berpotensi untuk bergerak di zona hijau,” ujarnya.

Baca :  Naik Takut, Turun Takut, Lalu Kapan Investasinya?

Dengan demikian, jelas William, peluang terjadinya penguatan lanjutan pada laju IHSG di perdagangan hari ini semestinya bisa disikapi oleh para investor dengan mengoleksi saham ITMG, JSMR, GGRM, ASII, TBIG, AKRA dan SMRA.

Sementara itu, menurut analis PT BNI Sekuritas, Kim Kwie Sjamsudin seperti dikutip dari Bisnis.com, kinerja IHSG di Semester I-2021 berada di bawah ekspektasi.

“Volatilitas pasar di semester pertama jauh lebih tinggi dari yang saya perkirakan di akhir 2020, karena faktor risiko seperti inflasi AS dan tapering yang saya diperkirakan baru akan muncul tahun depan,” ujarnya.

Namun demikian, jelas Kim, pergerakan IHSG pada paruh kedua tahun ini lebih banyak ditopang oleh sentimen terkait program vaksinasi Covid-19.

Baca :  NISP Proyeksikan Posisi IHSG di Kisaran 6.400-6.700

“Tentu progres dari vaksinasi akan membantu menopang kinerja IHSG di semester kedua. Kalau progres vaksinasi bagus, saham-saham big caps akan bisa rebound,” ungkapnya.

Dia memperkirakan, pergerakan IHSG akan sulit mencapai target yang diproyeksikan BNI Sekuritas pada level 7.000.

Pada paruh pertama tahun ini realisasi pergerakan IHSG relatif bergerak mendatar.

“Sulit target akhir tahunnya bisa tercapai,” ucap Kim.