Kuartal Pertama, Penjualan NPGF Anjlok Jadi Rp85,53 Miliar

pemberian sanksi suspensi tersebut karena harga saham CBMF dan AYLS mengalami kenaikan harga kumulatif yang signifikan.
Ilustrasi

JAKARTA-PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) selama tiga bulan pertama tahun ini hanya mampu mencatatkan total penjualan senilai Rp85,53 miliar.

Padahal di periode yang sama setahun sebelumnya perseroan berhasil meraih nilai penjualan mencapai Rp335,06 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (14/7), pada Kuartal I-2021 total beban pokok penjualan NPGF tercatat senilai Rp72,75 miliar atau jauh lebih rendah dibanding beban pokok penjualan di Kuartal I-2020 yang sebesar Rp251,43 miliar.

Sehingga, laba bruto NPGF selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp12,78 miliar atau mengalami penurunan dibanding periode yang sama di 2020 sebesar Rp82,63 miliar.

Baca :  Liabilitas Membengkak, Laba Bersih BBNI di 2020 Cuma Rp3,28 Triliun

Sementara itu, beban usaha NPGF di Kuartal I-2021 sebesar Rp5,43 miliar atau lebih rendah dibanding Kuartal I-2020 yang sebesar Rp57,13 miliar.

Maka, laba usaha perseroan selama tiga bulan pertama tahun ini tercatat menjadi Rp7,36 miliar atau menurun dibandingkan dengan kuartal pertama setahun sebelumnya yang sebesar Rp26,5 miliar.

Adapun jumlah laba sebelum pajak yang dicatatkan NPGF untuk periode yang berakhir 31 Maret 2021 sebesar Rp3,21 miliar atau mengalami penurunan dibanding laba sebelum pajak di Kuartal I-2020 yang mencapai Rp6,85 miliar.

Dengan jumlah beban pajak penghasilan di Kuartal I-2021 senilai Rp705,58 juta, maka laba bersih tahun berjalan yang dibukukan NPGF hanya senilai Rp2,5 miliar.

Baca :  Laba Bersih PWON di Kuartal-I Turun Jadi Rp66,76 Miliar

Per 31 Maret 2021, total liabilitas NPGF meningkat menjadi Rp181,35 miliar dari Rp173,95 miliar pada 31 Desember 2020.

Sedangkan, total ekuitas perseroan per akhir Maret 2021 tercatat senilai Rp147,45 miliar atau mengalami peningkatan dibanding posisi per akhir Desember 2020 yang sebesar Rp144,95 miliar.