Laju IHSG Diprediksi Kembali Tertekan, Cermati Saham Pilihan Analis

Indeks Harga Saham Gabungan
Ilustrasi

JAKARTA-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan kembali tertekan, setelah di akhir pekan lalu ditutup stagnan atau melemah tipis sebesar 0,05 poin ke level 6.040.

Menurut analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berada dalam kondisi tertekan, dengan kisaran support-resistance di level 5.913-6.123.

“Pergerakan IHSG terlihat belum mampu keluar dari rentang konsolidasi wajar. Capital inflow belum terlihat akan bertumbuh signifikan dan ditambah dengan kondisi melambatnya perputaran roda ekonomi,” kata William di Jakarta, Senin (12/7).

Dia mengatakan, selama level support terdekat dapat dijaga, maka IHSG masih memiliki peluang untuk kembali ke jalur uptrend jangka pendeknya.

Baca :  Kapan Saatnya Diversifikasi Investasi ke Reksa Dana Saham?

“Hari ini IHSG berpotensi untuk kembali berada dalam tekanan,” ucap William.

Lebih lanjut dia menyebutkan, laju IHSG yang akan kembali tertekan tersebut seharusnya bisa direspons oleh para investor dengan mengoleksi saham TLKM, BBCA, ICBP, GGRM, ITMG, LSIP dan SMGR.

Hasil riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan bahwa pergerakan IHSG pada perdagangan di awal pekan ini akan bergerak variatif dalam kecenderungan menguat.

Adapun kisaran support-resistance IHSG masih berada pada level 6.013-6.091.

Pilarmas Sekuritas menilai, ketidaksiapan pemerintah dalam penanganan krisis ekonomi dan kesehatan masuk dalam perhitungan investor dalam memutuskan untuk berinvestasi.

“Ketidakmampuan tersebut terlihat dari tertinggalnya Indonesia dibanding negara-negara lain yang sudah memasuki masa pemulihan ekonomi. Hal ini yang akan mempengaruhi daya tarik investor untuk melakukan investasi di Indonesia”.

Baca :  IPIM Pertahankan Proyeksi IHSG di Akhir 2021 Pada Level 6.600

Dengan demikian, riset Pilarmas Sekuritas memperkirakan bahwa saat ini IHSG akan bergerak variatif dan berpotensi menguat, dengan kisaran support-resistance di level 6.013-6.091.

Maka, para investor direkomendasikan untuk mengakumulasi pembelian saham ELSA, WEGE, BFIN dan PPRE.